Rusia dan Arab Saudi sepakat, hubungan negara-negara Arab yang sempat terjadi ketegangan akibat perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) didukung Zionis Israel, dengan Iran harus dinormalisasi kembali dalam waktu jangka panjang.
Semarak.co – Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, melakukan percakapan telepon. Kedua pihak mencatat pentingnya kembali pada upaya untuk menormalisasi hubungan antara Iran dan monarki-monarki Arab.
Kabar baik itu diungkap Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Jumat (8/5/2026). “Pentingnya kembali pada upaya untuk menormalisasi hubungan secara komprehensif antara Iran dan monarki-monarki Arab dalam jangka panjang juga dicatat,” ungkap pernyataan kementerian itu.
Para menteri mencatat navigasi di Selat Hormuz harus dipulihkan ke kondisi sebelum konflik, dan kontak diplomatik yang sedang berlangsung harus dipertahankan untuk menghasilkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan untuk semua aspek krisis di kawasan tersebut.
Sementara itu, ketegangan masih terjadi antara AS dan Iran meskipun ada gencatan senjata. Presiden AS Donald Trump mengklaim tiga kapal perusak AS melintasi Selat Hormuz “di bawah tembakan,” dan bersikeras mereka tidak mengalami kerusakan sementara penyerang Iran “benar-benar hancur.”
“Rudal ditembakkan ke kapal perusak kami, dan dengan mudah dijatuhkan. Demikian pula, drone datang dan hangus terbakar di udara,” tulis panjang lebar Donald Trump pada unggahannya di media sosial milik Trump sendiri, Truth Social, seperti dilansir Sindonews.com dan Sputnik (9/5/2026).
Trump juga mengonfirmasi, kapal perusak akan bergabung kembali dengan blokade angkatan laut ilegal AS, yang ia gambarkan sebagai “Tembok Baja.” Dalam unggahan sama, ia mengancam Iran dengan respons lebih keras jika kesepakatan tidak segera ditandatangani. (net/snc/spk/ts/kim/smr)





