Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meninjau program pemberdayaan nasabah ultra mikro dan super mikro binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar di Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Semarak.co – Menteri Maman datang guna memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran. Dia bertemu langsung dengan pengusaha UMKM di Desa Pasir Panjang yang mayoritas adalah perempuan, sekaligus memastikan program ini berjalan dengan baik.
“PNM menjadi ujung tombak dalam upaya mengatasi dan mengentaskan kemiskinan ekstrem. Fokus intervensi diarahkan kepada masyarakat pada kelompok desil satu dan dua yang paling membutuhkan kehadiran negara,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Media Teman UMKM, Rabu (29/4/2026)
PNM memiliki peran strategis dalam mendukung pengusaha UMKM, khususnya segmen mikro dan super mikro, melalui penyediaan akses pembiayaan yang terjangkau sekaligus pendampingan usaha yang berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mengurangi ketergantungan terhadap praktik pinjaman informal yang merugikan.
Kementerian UMKM, kata Maman, secara konsisten memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PNM, guna mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
“Kami terus memperkuat kolaborasi untuk memperluas jangkauan pembiayaan dan pemberdayaan, khususnya bagi masyarakat di desil satu dan dua,” katanya.
Sekretaris Perusahaan PT PNM Dodot Patria Ary menambahkan bahwa PNM tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga pendampingan komprehensif bagi pengusaha UMKM di Pulau Rinca.
“Kami meyakini setiap pembiayaan harus disertai pelatihan. Kekuatan ekonomi nasional bertumpu pada akar rumput, dan para ibu nasabah ini merupakan penggerak utama ekonomi di wilayahnya,” ujarnya.
Maman juga berinteraksi dengan anak-anak dan warga yang memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis, serta meninjau penyaluran bantuan akses air bersih bagi masyarakat Pulau Rinca sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.
Menteri Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak pengusaha UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara optimal sebagai pengungkit pengembangan usaha.
“Saya berpesan kepada pengusaha UMKM di NTT untuk disiplin dalam menggunakan dana KUR sebagai modal usaha, mengelola usaha dengan baik, dan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar,” ujarnya saat membuka Sosialisasi dan Akad Massal KUR NTT di Labuan Bajo, Selasa (28/4).
Ia menegaskan, kegiatan sosialisasi dan akad massal ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan KUR, sekaligus mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM dalam rangka mencapai target proporsi pembiayaan perbankan sebesar 25 persen bagi UMKM.
“Momentum ini merupakan upaya percepatan realisasi target penyaluran KUR tahun 2026, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga keuangan dalam mendukung pembiayaan UMKM,” katanya.
Secara nasional, penyaluran KUR hingga 26 April 2026 telah mencapai Rp91,6 triliun kepada 1,4 juta pengusaha UMKM. Kualitas penyaluran juga terus membaik, tercermin dari 63,12 persen KUR yang telah tersalurkan ke sektor produksi.
Di NTT, penyaluran KUR mencapai Rp898 miliar untuk 19 ribu pengusaha UMKM. Capaian ini menunjukkan akses pembiayaan di NTT terus berkembang dan perlu terus dioptimalkan, sejalan dengan potensi ekonomi daerah sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan nasional.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi UMKM, serta memberikan dampak langsung bagi penguatan ekonomi daerah,” ujar Menteri Maman.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) KUR antara Kementerian UMKM selaku Kuasa Pengguna Anggaran KUR dengan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur sebagai penyalur KUR.
Menteri Maman mengapresiasi kesiapan Bank NTT yang kembali dapat menyalurkan KUR dengan nilai sekitar Rp350 miliar, setelah sebelumnya sempat tidak menyalurkan.
“Saya berharap peran bank tidak hanya menyalurkan KUR, tetapi juga memberikan pendampingan dan literasi keuangan kepada nasabah agar usaha mereka semakin berkembang dan berkelanjutan,” katanya.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melki Laka Lena yang hadir bersama Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere menekankan pentingnya tata kelola yang baik dari seluruh bank penyalur.
“KUR harus menjadi instrumen penggerak ekonomi kerakyatan, sehingga cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat benar-benar terwujud,” ujarnya. (hms/smr)





