Libatkan Masyarakat, Wamendikdasmen Atip Resmikan Revitalisasi 30 Satuan Pendidikan di Gorontalo

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat, meresmikan revitalisasi 30 satuan pendidikan di Gorontalo.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meresmikan revitalisasi 30 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga menengah di Gorontalo.

Semarak.co – Wamendikdasmen menegaskan, revitalisasi sekolah merupakan langkah cepat pemerintah dalam menjawab persoalan klasik dunia pendidikan, yakni kondisi sarana prasarana yang belum memadai. Banyak sekolah yang kondisinya belum tersentuh perbaikan sejak lama.

Bacaan Lainnya

“Cat memudar, atap bocor, toilet bau, hingga ruang belajar yang tidak layak. Ini yang sedang kami ubah secara bertahap dan masif,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Rabu (29/4/2026).

Program ini merupakan bagian prioritas nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto melalui agenda pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah memandang bahwa kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik sekolah yang aman dan nyaman.

Wamen Atip juga menyampaikan perbedaan program ini bukan hanya pada skalanya, melainkan pendekatan pelaksanaannya. Melalui skema swakelola, sekolah diberikan peran langsung dalam mengelola proses revitalisasi.

Kepala sekolah menjadi penanggung jawab, sementara masyarakat sekitar dilibatkan dalam pengadaan material hingga pengerjaan. Pendekatan ini dinilai tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki.

Di Gorontalo, revitalisasi juga menyasar wilayah yang masuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah yang membutuhkan penanganan cepat. Sehingga pemerintah menargetkan ribuan satuan pendidikan dapat diperbaiki pada 2026.

Wamen Atip mengatakan jika pemerintah juga membuka ruang partisipasi publik dengan masyarakat didorong untuk melaporkan kondisi sekolah yang rusak atau belum tersentuh program, bahkan turut berkontribusi dalam pemenuhan fasilitas tambahan.

Selain pembangunan fisik, perhatian juga diberikan pada aspek kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Fasilitas sanitasi, seperti toilet, disebut sebagai indikator penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan beradab.

Atip juga mengingatkan, revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan, tetapi harus diikuti dengan pemeliharaan. Sekolah diharapkan tetap menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan agar manfaatnya berkelanjutan. “Sekolah yang baik bukan hanya dibangun, tetapi juga dirawat. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari satuan pendidikan penerima manfaat yakni Kepala SMP Negeri 4 Telaga, Gorontalo, Aysa Utiarahman, menyampaikan bahwa revitalisasi yang diterima sekolahnya membawa perubahan signifikan terhadap kenyamanan dan kualitas pembelajaran.

“Alhamdulillah , kami mendapatkan lima paket revitalisasi, mulai dari pembangunan laboratorium komputer, pembangunan toilet baru beserta sanitasi, rehabilitasi ruang kelas, hingga laboratorium IPA dan dampaknya luar biasa,” ujarnya.

Menurut Aysa, lingkungan belajar yang lebih layak turut menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendukung proses pembelajaran. Meski demikian, ia berharap pemerintah terus memberikan perhatian, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran.

“Kami masih membutuhkan fasilitas seperti perpustakaan yang representatif dan ruang UKS yang memadai. Harapannya ada sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan sekolah untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu dan terjangkau,” tuturnya.

Tinjau Sekolah di Manado, Wamendikdasmen Atip Pastikan Revitalisasi Hadirkan Ruang Belajar Aman

Wamendikdasmen  Atip Latipulhayat meninjau SMP Negeri 14 Manado dan SMA Kristen St. Thomas Aquino Manado, yang diusulkan sebagai penerima program revitalisasi satuan pendidikan.

Atip menyampaikan, peninjauan dilakukan untuk mengontrol langsung persiapan sekolah yang akan menerima program prioritas Presiden dalam perbaikan sarana pendidikan. Ketersediaan sarana fisik berkualitas merupakan salah satu syarat utama mewujudkan pendidikan bermutu.

“Saya berkunjung langsung ke sekolah untuk mengontrol persiapan untuk sekolah yang akan mendapat revitalisasi karena salah satu persyaratan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu adalah tersedianya sarana fisik yang bermutu, dan berkualitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil peninjauan, kondisi kerusakan fasilitas di sejumlah sekolah relatif merata karena sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Meski demikian, perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas.

“Tadi saya melihat memang pada umumnya kerusakan itu relatif merata ya, karena sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Tapi kita lakukan perbaikan secara bertahap dan dengan skala prioritas. Jadi target sekitar November harus sudah selesai,” jelasnya.

Kepala SMP Negeri 14 Manado, Fransien menyatakan, program Revitalisasi Satuan Pendidikan sangat penting karena berdampak signifikan dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang sudah mengalami penurunan fungsi dan kelayakan.

Rehabilitasi juga dapat menjamin keamanan dan kenyamanan peserta didik dan tenaga pendidik, mendukung pembelajaran menjadi lebih efektif dan inovatif, serta sekolah dapat memenuhi standar pelayanan minimal pendidikan.

Fransien menjelaskan bahwa sekolahnya telah mengusulkan sejumlah program revitalisasi guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, meliputi pembangunan dua ruang kelas baru beserta mebel, rehabilitasi perpustakaan, perbaikan toilet dan sanitasi, serta pengadaan perlengkapan dan peralatan praktikum IPA.

“Kondisi sekolah saat ini masih memiliki keterbatasan yang berdampak pada proses pembelajaran, antara lain ruang kelas yang belum mencukupi, fasilitas perpustakaan yang belum optimal, sanitasi yang belum memenuhi standar, hingga keterbatasan alat praktikum IPA sehingga pembelajaran belum sepenuhnya berbasis praktik,” terangnya.

Ia berharap, melalui program revitalisasi, sekolah dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung pembelajaran yang efektif serta pengembangan potensi murid secara menyeluruh.

“Kami berharap program ini dapat menghadirkan sarana dan prasarana yang layak, aman, dan nyaman untuk mendukung pembelajaran efektif, pengembangan potensi siswa, serta terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan ramah anak,” ujar Fransien. (hms/smr)

 

Pos terkait