PJJ Jenjang Pendidikan Menengah Bawa Harapan Baru Tekan Angka ATS, 34 Sekolah Direvitalisasi sebagai Investasi Pemkab Banyumas

Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberi sambutan peresmian 30 satuan pendidikan di Kabupaten Banyumas dan 4 satuan pendidikan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan. Foto: humas Kemendikdasmen

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti meresmikan sebanyak 30 satuan pendidikan di Kabupaten Banyumas dan 4 satuan pendidikan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Semarak.co – Apresiasi dan terima kasih turut diungkapkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas yang menilai program tersebut bukan hanya sekadar membangun fisik gedung sekolah, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Bacaan Lainnya

Bupati Kabupaten Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pelaksanaan program revitalisasi turut memperkuat kualitas layanan pendidikan di daerahnya dalam rangka meningkatkan pembelajaran yang inklusif, merata, dan berkeadilan.

Keterlibatan masyarakat dalam program ini menurutnya juga menjadi nilai strategis yang tidak hanya mempercepat proses pembangunan, namun juga membangun rasa memiliki terhadap sekolah dan memperkuat sikap tanggung jawab dalam proses pembelajaran.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Banyumas sebagai salah satu pusat pendidikan dan pariwisata di Jawa Tengah,” tutur Bupati Banyumas Sadewo dirilis humas Kemendikdasmen usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Minggu (26/4/2026).

Di antaranya melalui program Pasti Sekolah sebagai upaya memastikan tidak ada anak yang tertinggal memperoleh pendidikan. “Dan juga bus sekolah gratis yang diperuntukkan kepada guru dan murid untuk mempermudah akses ke sekolah serta menekan penggunaan kendaraan motor oleh murid,” imbuhnya.

Pada peresmian ini, Bupati Sadewo turut menegaskan bahwa proses peningkatan mutu pendidikan memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

“Melalui momentum peresmian ini, saya berharap kolaborasi dalam mewujudkan masa depan pendidikan dapat terus ditingkatkan demi mencetak generasi hebat di Kabupaten Banyumas,” ujar Sadewo.

Merespons apresiasi tersebut, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran akan terus berlanjut dan diperluas di 2026. Kedua program itu juga menjadi bagian dari perwujudan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto

Yaitu guna memberikan layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Selain merevitalisasi gedung sekolah dan digitalisasi, Kemendikdasmen juga memperluas Program Indonesia Pintar (PIP) kepada murid PAUD/TK dengan menjangkau lebih dari 880 ribu anak sebesar Rp450 ribu per tahun.

Dukungan kepada tenaga pendidik juga diperkuat melalui peningkatan insentif guru honorer dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan yang langsung disalurkan ke rekening masing-masing penerima,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di Kabupaten Banyumas, Sabtu (25/4/2026).

Dalam upaya penguatan karakter murid, Mendikdasmen Mu’ti menegaskan bahwa Kemendikdasmen mendukung penuh pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebagian besar penerimanya merupakan peserta didik.

Selain itu, dijelaskannya bahwa Kemendikdasmen turut mendukung penerapan budaya sekolah yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di seluruh satuan pendidikan. “Dari berbagai program tersebut, kami berharap sekolah tidak hanya menjadi wadah belajar para murid,” cetus Mendikdasmen Mu’ti.

Namun juga menjadi ruang yang aman dan nyaman, rumah kedua bagi murid. Untuk menyukseskan program-program itu tentunya diperlukan sinergi antara banyak pihak sehingga kelak di Kabupaten Banyumas akan lahir generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” tutupnya.

Pada kesempatan ini, Mendikdasmen Mu’ti meresmikan 30 satuan pendidikan di Kabupaten Banyumas yang terdiri dari 6 PAUD, 6 SD, 7 SMP, 3 SMA, dan 8 SMK, serta 4 satuan pendidikan Kabupaten Cilacap.

Di tahun 2025, Kemendikdasmen juga sukses menyalurkan 1.633 Interactive Flat Panel (IFP) di Kabupaten Banyumas, dengan rincian 535 PAUD, 812 SD, 168 SMP, 36 SMA, 3 SKB, 4 SLB, dan 75 SMK.

Di bagian lain dirilis humas Kemendikdasmen sebelumnya, Sabtu (25/4/2026), Kemendikdasmen melaksanakan Peluncuran Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah membawa harapan baru untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) di berbagai wilayah Indonesia.

Pada momen peluncuran program ini, sejumlah kepala sekolah induk dan sekolah mitra menyampaikan kesiapan serta harapan pelaksanaan PJJ.  Salah satunya diungkapkan Kepala Tata Usaha Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Malaysia Sukma Sabdani.

Sukma Sabdani mengatakan, program PJJ terbukti memberikan solusi nyata bagi ratusan murid Indonesia di wilayah Sabah, Malaysia, yang memiliki kendala untuk melanjutkan pendidikan. Selama ini, pelaksanaan PJJ berjalan baik dan meningkatkan akses pendidikan secara signifikan.

“Dari sekitar 1.700 lulusan tingkat SMP setiap tahun, program PJJ akan mampu menampung lebih dari separuh murid yang sebelumnya tidak terakomodasi dalam program pendidikan formal reguler. PJJ menjadi solusi efektif bagi mereka yang tinggal di wilayah terpencil,” ujar Sukma dalam sambutan.

Termasuk anak-anak Indonesia yang berada di kawasan perkebunan dengan jarak hingga ratusan kilometer dari pusat kota maupun SIKK. Pelaksanaan PJJ juga disambut baik dengan antusiasme tinggi para murid.

Sukma menuturkan bahwa selain memberikan akses pendidikan, PJJ memungkinkan murid tetap belajar di tengah aktivitas sehari-hari, termasuk membantu orang tua bekerja di perkebunan maupun di tempat lain.

Ke depan, harap Sukma, SIKK berencana untuk terus mengembangkan cakupan program PJJ agar dapat menjangkau lebih banyak murid, termasuk mereka yang telah bekerja, tetapi belum menyelesaikan pendidikan. Semoga program ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah.

Sebagai sekolah induk yang akan melaksanakan PJJ, Kepala SMAN 1 Ternate Provinsi Maluku Utara Sabaria Umahuk menyampaikan, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung implementasi program PJJ.

Dalam implementasinya, SMAN 1 Ternate dipercaya sebagai sekolah induk yang akan berkolaborasi dengan tiga sekolah mitra, yakni SMAN 1 Halmahera Utara, SMAN 1 Pulau Morotai, dan SMAN 2 Halmahera Timur.

Kolaborasi ini, menurutnya, bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih luas dan merata, khususnya bagi anak-anak yang tidak dapat mengakses pendidikan formal. Program ini menjadi peluang besar untuk menjangkau anak-anak yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan, khususnya di daerah kami, Maluku Utara.

“Melalui kolaborasi yang kuat dan dukungan pemerintah daerah, kami optimis dapat memberikan layanan pendidikan yang maksimal guna menekan ATS dan mewujudkan pendidikan yang bermutu,” tutur Sabaria dirilis humas Kemendikdasmen.

Senada Sukma dan Sabaria, Kepala SMAN 2 Padalarang, Jawa Barat Kicky Eceu Wardani menyatakan kesiapan dan dukungan penuh terhadap implementasi PJJ sebagai upaya memperluas akses pendidikan, khususnya kepada murid yang tidak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka secara langsung.

Sekolahnya telah memiliki pengalaman serupa dengan menyelenggarakan program SMA Terbuka. Baginya, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mengelola pembelajaran PJJ. Terkait dengan dukungan dari pemerintah daerah, sekolahnya juga telah melakukan koordinasi

Yaitu dengan dinas pendidikan dan berbagai sekolah di wilayah Jawa Barat untuk memperkuat kesiapan implementasi PJJ. “Program ini sangat membantu karena memfasilitasi murid yang tidak dapat hadir langsung di sekolah,” puji Kicky.

Fokus PJJ saat ini juga diarahkan kepada anak-anak yang sempat berhenti sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan. Semoga implementasi PJJ ini berjalan baik dan membawa harapan baru untuk para ATS di wilayah Jawa Barat,” terang Kicky.

Merespons tiga pernyataan di atas, Mendikdasmen Mu’ti mengatakan, tantangan lainnya saat ini adalah bagaimana mengintegrasikan PJJ dengan Pembelajaran Mendalam. Implementasi PJJ tentunya beririsan dengan Pembelajaran Mendalam yang tidak hanya berfokus pada proses transfer.

Dan transformasi pengetahuan semata, tetapi juga ada keterlibatan proses mental, kognitif, serta aspek pembelajaran lainnya yang terintegrasi secara utuh. Sekolah induk dan sekolah mitra terpilih memiliki peran penting bukan hanya sekadar menekan angka ATS.

Melainkan juga bagaimana membentuk karakter mereka dan mengembangkan kompetensi yang kuat. “Semoga program ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan berkualitas,” pungkas Mendikdasmen Mu’ti di Kabupaten Tangerang, Kamis (23/4/2026).

Untuk mewujudkan layanan pendidikan bermutu untuk semua anak Indonesia, Kemendikdasmen terus memperluas akses pendidikan melalui PJJ. PJJ bertujuan membantu murid yang terkendala faktor geografis, ekonomi, maupun faktor lainnya

Tujuannya agar bisa tetap bersekolah, mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan adil. Dalam pelaksanaan PJJ pada jenjang pendidikan menengah, satuan pendidikan dapat memanfaatkan super aplikasi Rumah Pendidikan sebagai sarana pembelajaran digital.

Melalui platform ini, guru dan murid dapat mengakses beragam materi pembelajaran secara mudah dan fleksibel. Selain itu, guru pengampu PJJ dan tutor juga dapat secara aktif mengunggah materi pembelajaran, sehingga para murid memiliki akses yang lebih luas untuk mengunduh, mempelajari.

Dan memperdalam materi secara mandiri kapan pun dan di mana pun. Sebagai informasi, PJJ jenjang pendidikan menengah sendiri dikhususkan untuk ATS dengan rentang usia 16 s.d. 18 tahun yang putus sekolah. Pasalnya, seperti halnya SMA umumnya, PJJ SMA juga merupakan jalur pendidikan formal dengan batas usia yang telah ditentukan. (hms/smr)

Pos terkait