Kembali dari cedera, bintang muda NBA Victor Wembanyama sukses mencetak 27 poin dan 7 blok sekaligus. Dominasi pebasket ini seketika terasa saat ia kembali menginjakkan kaki di lapangan. Pemain bertahan terbaik tahun ini tersebut tampil impresif dengan torehan 27 poin, 11 rebound, dan tujuh blok.
Semarak.co – Keberhasilan itu membawa San Antonio Spurs meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 114-93 atas Portland Trail Blazers pada pertandingan yang berlangsung hari Minggu, 27 April 2026 malam waktu setempat.
Kemenangan ini memberikan keunggulan krusial 3-1 bagi Spurs dalam seri putaran pertama babak playoff. Dukungan signifikan juga datang dari De’Aaron Fox yang mengemas 28 poin, memastikan tim asuhan Gregg Popovich memiliki peluang besar untuk menutup seri di kandang sendiri Selasa mendatang.
Kembalinya Sang Raksasa
Hanya satu jam sebelum tip-off, pihak manajemen Spurs mengonfirmasi bahwa Wembanyama telah melewati protokol gegar otak liga. Meski sempat diragukan tampil akibat cedera yang didera pada hari Selasa lalu, pemain setinggi 224 cm itu langsung memberikan dampak instan.
Dampak instans tersebut termasuk sebuah dunk bertenaga di kuarter kedua yang memukau penonton di Moda Center. Portland sebenarnya sempat memegang kendali penuh di paruh pertama. Melalui performa apik Deni Avdija yang mencetak 26 poin.
Trail Blazers sempat memimpin hingga selisih 19 angka dan menutup babak pertama dengan skor 58-41. Titik balik terjadi di kuarter ketiga saat San Antonio mencatatkan laju 13-0. Akurasi tembakan tiga angka dari Fox dan Keldon Johnson di kuarter pamungkas akhirnya mematahkan perlawanan tuan rumah.
Sebuah dunk dari Keldon Johnson saat waktu telah menyisakan 4:31 dan memastikan kemenangan yang amat sempurna berada di tangan tim tamu dalam laga itu. Demikian seperti dilansir Tvrinews.com pada hari Senin, 27 April 2026.
Ketegangan di Lapangan
Laga ini bukannya tanpa drama. Ketegangan sempat memuncak di sisa waktu dua menit terakhir saat Deni Avdija dan pemain ruki Spurs, Stephon Castle, terlibat aksi saling dorong yang berujung pada technical foul bagi keduanya.
Hasil ini, Portland kini berada di ujung tanduk. Sementara itu, bagi San Antonio, konsistensi kolektif tanpa ego menjadi senjata utama. Sebagaimana ditegaskan Wembanyama sebelum laga dimulai, kekuatan terbesar Spurs adalah ketiadaan rasa cemburu antar-pemain dan fokus penuh pada upaya tim secara keseluruhan. (net/tnc/kim/smr)





