Global WaqfTech Conference, BAZNAS Dorong Penguatan Sistem ZIS dan Wakaf Melalui Transformasi Digital

BAZNAS mengikuti forum Global WaqfTech Conference and Exhibition di Kuala Lumpur, Malaysia pada pada 10 hingga 12 April 2026. 

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mewakili Indonesia mendorong penguatan sistem terpadu antara zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui transformasi digital dalam fundraising guna meningkatkan penghimpunan, serta memperluas dampak sosial bagi umat di tingkat global.

Semarak.co – Hal tersebut disampaikan Deputi I Bidang Pengumpulan H M Arifin Purwakananta, pada forum Global WaqfTech Conference and Exhibition di Kuala Lumpur, Malaysia pada pada 10 hingga 12 April 2026.

Bacaan Lainnya

“Penguatan fundraising digital menjadi langkah strategis meningkatkan penghimpunan zakat dan wakaf di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Indonesia percaya penguatan fundraising digital dapat menjadi solusi meningkatkan penghimpunan zakat dan wakaf,” ujar Arifin, dirilis humas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Senin sore (13/4/2026).

Arifin menjelaskan, transformasi digital yang dilakukan mencakup pemanfaatan teknologi digital, penguatan sistem transparansi dan pelaporan, serta peningkatan pengalaman donatur. “Langkah ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia juga menawarkan model integrasi antara zakat dan wakaf sebagai dua instrumen yang saling melengkapi dalam pembangunan sosial. “Dengan demikian, keduanya dapat berjalan beriringan dalam menjawab berbagai tantangan sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, zakat berperan sebagai solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sedangkan wakaf dikembangkan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.

“Dalam implementasinya, dana wakaf produktif diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan penguatan kelembagaan pendidikan, sedangkan zakat difokuskan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari peserta forum. Direktur Awqaf Africa, Ibrahim Abdul Mugis, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dan menilai pemikiran yang disampaikan BAZNAS memberikan nilai tambah dalam pengembangan wakaf digital global (hms/smr)

 

Pos terkait