Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi membahas kolaborasi penguatan tata kelola dan pengawasan manajemen risiko dalam pengelolaan sejumlah program pemberdayaan, termasuk BAZNAS Microfinance, guna mengoptimalkan manfaat program bagi masyarakat.
Semarak.co – Hal tersebut mengemuka dalam audiensi BAZNAS RI bersama LPDB Koperasi di Gedung LPDB, MT Haryono Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Hadir Pimpinan Pengawasan dan Pengendalian BAZNAS Hj. Neyla Saida Anwar dan Direktur Pengembangan Usaha LPDB Afif Thosin Roy Akhmad.
Neyla mengatakan, penguatan tata kelola diperlukan untuk memastikan program pemberdayaan BAZNAS berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Kolaborasi bersama LPDB ini penting supaya tata kelola kedua pihak bisa lebih bagus dan lebih kuat dengan belajar dari pengalaman LPDB.
“Kami juga berharap pembelajaran ini bisa mendapatkan hal yang lebih baik, seperti memperkuat tata kelola, khususnya proses identifikasi, mitigasi, pengawasan, dan evaluasi risiko,” ujar Neyla dirilis humas Baznas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Selasa pagi (6/10/2026).
Afif Thosin menyambut baik kolaborasi bersama BAZNAS. Afif menilai terdapat sejumlah kesamaan dalam pengelolaan manajemen risiko antara LPDB dan BAZNAS. “Yang cukup menarik, ternyata di BAZNAS juga ada BAZNAS Microfinance,” tutur Afif dirilis humas Baznas.
“Saya baru mendengar bahwa penerima manfaat bukan mengembalikan dana kepada BAZNAS, tetapi harus menyalurkannya kembali kepada mustahik lainnya yang membutuhkan,” demikian Afif menambahkan.
Dengan demikian, pemberdayaannya tidak hanya untuk satu atau dua orang, tetapi dapat terus bergulir. Pengalaman BAZNAS dan LPDB Koperasi tersebut dapat didiskusikan lebih lanjut untuk memperkuat pengelolaan program pemberdayaan.
“Termasuk dalam kaitannya dengan koperasi. Saya berharap pembahasan itu dapat ditindaklanjuti melalui pertukaran pengalaman mengenai mekanisme penyaluran dan pengelolaan risiko sehingga pemanfaatan dana umat yang dikelola BAZNAS bisa lebih dioptimalkan,” tutup Afif. (hms/bmc/smr)





