Gael Monfils Renungkan Indian Wells yang Impresif Setelah Karam di Babak Kedua

Petenis Gael Monfils takluk tiga set dari Felix Auger Aliassime di babak kedua. Petenis berkebangsaan Prancis menunjukkan usaha yang gigih tetapi menderita kekalahan 6-7, 6-3, 6-4 dari petenis berkebangsaan Kanada, Aliassime yang sedang dalam performa terbaiknya.

Semarak.co Di musim terakhirnya berkiprah di turnamen ATP, Indian Wells Open, California, Amerika Serikat,  petenis berusia 39 tahun bertujuan untuk bersenang-senang, yang telah menjadi ciri khas di sepanjang kariernya dan ia menjelaskan bagaimana ia mengadopsi mentalitas itu.

Bacaan Lainnya

“Saya selalu bersenang-senang, Anda tahu, ketika Anda melangkah ke lapangan. Menurut saya, orang tua saya mengajarkan saya untuk selalu bersenang-senang, apa pun yang terjadi,” ungkap petenis Gaels Monfils.

“Kamu bisa kecewa sebagai seorang pesaing (para petenis seangkatannya), tetapi pada akhirnya, seperti yang baru saja Anda katakan, ini hanyalah permainan, jadi saya selalu bahagia,” kata petenis berkebangsaan Prancis.

“Bagi saya, selalu merupakan suatu kehormatan untuk berada di lapangan dan seperti yang baru saja Anda katakan, saya menyebutnya pekerjaan saya, tetapi yang terpenting, ini adalah olahraga dan permainan,” lanjut petenis dengan jenggot lebat.

Mantan petenis peringkat 6 dunia telah banyak belajar selama 20 musim kariernya seiring perkembangannya. Tetapi, sebagian dari itu, terjadi tanpa bimbingan pelatih dan ia menjelaskan bagaimana ia menggunakan tantangan itu sebagai kesempatan berkembang sebagai petenis.

“Terkadang Anda perlu mengatur ulang diri sendiri dan melihat dengan tepat apa yang Anda cari,” tutur Monfils. “Saya merasa, itu membantu saya untuk sedikit terhubung kembali dengan diri saya sendiri. Saya bepergian sendirian,” sambungnya.

“Kemudian, ya, saya pikir Anda menjadi lebih sadar tentang apa yang harus dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan. Saya merasa itu bermanfaat untuk pengalaman saya. Tentu saja ada sedikit perbedaan,” lanjut pria berkulit gelap.

“Anda tahu, itu sedikit seperti momen ketika banyak orang ingin saya melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak saya lihat seperti itu, dalam cara tertentu, dalam permainan saya, dan hanya untuk memerkuat keyakinan saya.”

Gael Monfils kemudian melanjutkan perkataannya, bahwa, “Strategi saya sendiri untuk identitas saya di lapangan, karena sebagian besar waktu tentu saja pelatih ingin sedikit memaksakan identitas dan memperkuatnya.”

“Dan terkadang, bagi saya, berbeda karena orang melihat permainan saya secara berbeda, kemudian sangat bagus saya bisa mengatur ulang diri saya sendiri, untuk berada di jalur terbaik dan memerkuat keyakinan. Saya mendapatkan hasil yang benar-benar luar biasa sendirian dan saya menyukainya.”

Dalam 15 penampilannya di Indian Wells (Garden) Open yang berlangsung di California, AS, ia mencapai dua perempatfinal dan meraih beberapa kemenangan apik saat ia mengakhiri kariernya dengan 22-15 di turnamen Masters 1000 tersebut.

Mengakhiri kesempatan konferensi persnya dengan awak media, ia merenungkan apa yang membuat Indian Wells Open menjadi turnamen yang ‘luar biasa’. “Ini turnamen yang luar biasa bagi saya. Saya sedikit sedih,” aku Monfils.

“Biasanya saya tidak sedih, tetapi sedikit sedih karena, seperti yang saya katakan terakhir kali saya datang ke sini, musim 2005, saya berkesempatan untuk kali pertama datang bersama ibu saya dan sebagai seorang anak,” ujarnya.

“Saya selalu ingin bermain di turnamen besar dengan banyak penonton, tempat yang besar dan turnamen ini memenuhi semua harapan saya sejak hari pertama hingga sekarang. Infrastrukturnya sungguh luar biasa,” lanjut petenis berambut ikal.

“Saya bisa melihat evolusinya selama dua dekade terakhir dan itu luar biasa. Saya memiliki cara pandang yang berbeda terhadap turnamen ini. Tentu saja, ketika saya masih sangat muda, bersama teman-teman,” ucapnya seperti dilansir LigaOlahraga com dari Reuters pada 7/3/2026.

“Sedikit terbebani oleh tim yang berat, untuk berjalan keluar. Kemudian keluarga, lalu keluarga dengan putri dan orang tua saya. Bagi saya ini selalu menjadi tempat yang menyenangkan, tempat di mana saya bisa mengembangkan diri saya sendiri.”

“Saya selalu duduk di sini dengan tenang. Saya sangat senang bisa mendapatkan undangan ini, karena saya pikir ini adalah turnamen yang paling sering saya lakoni dan saya pikir itu ada alasannya, karena di sini saya selalu merasa nyaman.” (net/loc/rts/kim/smr)

Pos terkait