Xi Jinping Dorong BRICS Jadi Pendamai Konflik Timur Tengah

Presiden China Xi Jinping menyerukan kepada BRICS untuk segera mengambil peran sebagai pendamai dalam konflik yang terjadi di Timur Tengah. Seruan itu disampaikan saat KTT BRICS ke-18 yang berlangsung di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

Semarak.co – Xi menilai perang tersebut tidak melayani kepentingan bersama komunitas internasional. Karena itu, negara-negara BRICS didorong untuk memperkuat koordinasi diplomatik demi mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, konsultasi dan diplomasi kolektif yang terkoordinasi.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters (13/9/2026), Xi menempatkan BRICS sebagai kelompok utama Global South yang dapat menjadi contoh kemandirian negara berkembang. Ia juga menyerukan pembangunan berbasis inovasi serta kerja sama internasional berkelanjutan.

Seruan tersebut muncul ketika ketegangan Timur Tengah kembali meningkat. BRICS kemudian mengadopsi deklarasi bersama yang menyatakan keprihatinan mendalam, sekaligus menyerukan pengekangan maksimum guna mencegah eskalasi konflik regional lebih lanjut.

Deklarasi New Delhi menegaskan penyelesaian sengketa internasional secara damai melalui dialog, konsultasi dan diplomasi. Sikap tersebut menunjukkan upaya anggota BRICS menjaga persatuan di tengah perbedaan kepentingan geopolitik yang tajam.

Kehadiran Republik Iran dan Uni Emirat Arab membuat isu Timur Tengah menjadi perhatian utama. Kedua negara berada dalam posisi sensitif akibat konflik regional yang melibatkan kepentingan keamanan masing-masing negara secara langsung.

Selain isu Timur Tengah, pertemuan Xi dengan Perdana Menteri India Narendra Modi turut menjadi sorotan. Keduanya membahas penguatan hubungan ekonomi, konektivitas, perdagangan serta pentingnya menjaga perdamaian perbatasan kedua negara secara bersama.

Negara-negara yang tergabung dalam BRICS kini mencakup Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran dan Uni Emirat Arab (UEA). Anggotanya mewakili lebih dari 40% populasi dunia saat ini secara keseluruhan.

Xi juga mengumumkan China akan memegang kepemimpinan BRICS dan menjadi tuan rumah KTT berikutnya. Langkah ini memerkuat ambisi Beijing meningkatkan peran strategis dalam diplomasi Global South mendatang secara internasional.

Di tengah perang dan ketidakpastian ekonomi global, sikap BRICS menjadi penting karena kelompok tersebut berupaya memperluas pengaruh politik, memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong tatanan multipolar dunia yang lebih kuat. (net/rts/kim/smr)

Pos terkait