Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) Kamala Harris berpartisipasi dalam diskusi meja bundar tentang Equal Pay Day dengan para pemimpin perempuan organisasi advokasi pada 24 Maret 2021, di Kantor Seremonial Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower di Washington, DC. Foto: Tribunnews.com

Seorang wanita di Miami Amerika Serikat (AS) didakwa karena dugaan mengancam akan membunuh Wakil Presiden (Wapres) AS Kamala Harris. Menurut pengaduan pidana yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan Florida, pelaku bernama Niviane Petit Phelps.

semarak.co-Pengaduan tersebut, seperti dilansir CNN, Sabtu (17/4/2021) menyebut Niviane Petit Phelps secara sadar dan sengaja membuat ancaman untuk membunuh dan melukai tubuh Wapres AS yang melanggar Title 18, United States Code Section 871 dari 13 Februari hingga 18 Februari 2021.

Terkuaknya ancaman Phelps terhadap Wapres AS tersebut terjadi pada 3 Maret 2021. Kala itu, Agen Khusus David Ballenger menerima laporan tentang ancaman untuk membunuh Harris. Ancaman dikirim oleh Phelps kepada pasangannya yang dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Wakulla AS.

Phelps menyatakan ancamannya melalui sebuah video yang dikirim kepada pasangannya. Pasangannya pun mengaksesnya melalui JPay, sebuah aplikasi komputer untuk berbagi media antara orang yang dipenjara dan tidak dipenjara.

Seorang agen khusus Secret Service yang ditugaskan untuk menangani kasus tersebut memperoleh video dan foto yang dikirimkan oleh Phelps kepada pasangannya. Namun, dalam video tersebut, Phelps juga membuat pernyataan tentang pembunuhan Wakil Presiden Harris.

BACA JUGA :  Di Amerika Serikat, Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Longgar Protokol Kesehatan

“Video (yang relevan dengan penyelidikan ini) secara umum menggambarkan Phelps mengeluh dan berbicara dengan marah di depan kamera tentang kebenciannya pada Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris,” tulis dalam pengaduan.

Dalam salah satu video, Phelps menyatakan, “Kamala Harris, kamu akan mati. Tinggal menghitung hari.”

Dalam video lain pada 18 Februari 2021, Phelps menyatakan, “Saya akan pergi ke lapangan tembak…. Saya bersumpah demi Tuhan, hari ini adalah hari kamu akan mati. 50 hari dari hari ini, tandai hari ini.”

Dua hari setelahnya, sebuah foto menampilkan Phelps di arena tembak. “Pada 22 Februari 2021, Phelps mengajukan izin senjata bersembunyi,” tulis pengaduan seperti dilansir tribunnews.com, Minggu (18/4/2021).

Pada 3 Maret 2021, Dinas Rahasia dan detektif dari Departemen Kepolisian Miami-Dade pergi ke kediaman Phelps untuk mencoba mewawancarainya. Namun, dia menolak untuk berbicara dengan mereka pada saat itu. Dua hari kemudian, menurut laporan, Phelps mengeluhkan majikannya yang telah memberinya cuti administratif.

Hingga pada 6 Maret 2021, seorang agen Secret Service datang ke rumah Phelps untuk mencoba mengajaknya berbicara. Menurut pengaduan tersebut, Phelps terbawa emosi pada saat itu. Ia marah mengenai Kamala Harris yang menjadi Wakil Presiden. “Tetapi dia ‘sudah selesai sekarang.’ (tidak mempermasalahkan itu lagi),” kata pengaduan.

BACA JUGA :  Disdikcapil Kendari Bantah Keluarkan KTP Mister Wang, Gubernur Sultra Sesalkan Oknum WNA China Palsukan Identitas Diri

Phelps juga mengungkapkan, alasan bahwa dia marah kepada Kamala Harris adalah bahwa dirinya yakin wakil presiden perempuan pertama di AS itu sebenarnya bukanlah orang kulit hitam. Dia juga beranggapan, selama pelantikan, Kamala Harris dengan tidak hormat meletakkan tangannya di tas kecilnya, alih-alih Alkitab.

“Phelps terus mengatakan bahwa seseorang mengatakan kepadanya bahwa Amerika akan memilih siapa yang mereka pilih, jadi Phelps telah mengesampingkan kemarahannya tentang Wakil Presiden. Phelps menyatakan bahwa dia sekarang sudah melewati itu,” pengaduan menuliskan. (net/tbc/smr)

 

sumber: Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wanita Ancam Bunuh dan Lukai Kamala Harris, Terkuak Melalui Video: Saya Bersumpah, Kamu akan Mati

LEAVE A REPLY