Wamenekraf Irene Dorong Pembenahan Metadata demi Royalti Musik yang Transparan

Wamenekraf Irene Umar saat audiensi dengan Spotify di Jakarta.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar melakukan audiensi dengan Spotify, untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri digital dalam mendorong kemajuan sektor musik nasional.

Semarak.co – Wamen Irene menjelaskan, pemerintah berperan sebagai penghubung antar pelaku industri. Karena itu, pertemuan dengan Spotify sebagai salah satu platform streaming musik terbesar di dunia ini menjadi langkah strategis.

Bacaan Lainnya

“Kami mengapresiasi peran Spotify yang tidak hanya menjadi sarana distribusi musik, tetapi juga mendukung promosi artis melalui fitur kreatif, konten video pendek, hingga program pelatihan dan masterclass bagi musisi Indonesia,” jelas Irene, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Sabtu (14/2/2026).

Audiensi menjadi ruang dialog menyampaikan arah kebijakan dan prioritas pengembangan ekonomi kreatif, sekaligus membahas peluang kolaborasimemperkuat ekosistem musik Indonesia. Pertemuan juga membuka kesempatan kolaborasi yang dapat memperkuat posisi musisi lokal dan meningkatkan daya saing konten kreatif Indonesia di pasar global.

Diketahui, selama lebih dari satu dekade, layanan streaming mengubah lanskap industri musik secara signifikan. Peralihan dari pembajakan menuju layanan legal berlangganan mendorong pertumbuhan pendengar berbayar dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi para kreator.

Spotify mencatat pada 2025 perusahaan telah membayarkan lebih dari 11 miliar dolar Amerika Serikat dalam bentuk royalti kepada pemegang hak musik secara global. Namun, sistem pembayaran masih menghadapi tantangan kompleks karena bergantung pada metadata, serta proses lisensi di setiap negara.

Kompleksitas ini berpotensi menimbulkan keterlambatan pembayaran, mengurangi visibilitas hak cipta, bahkan beberapa kasus menghambat pendapatan yang seharusnya diterima para kreator. Karena itu, pembenahan sistem yang lebih rapi dan transparan menjadi perhatian bersama.

Imad Mesdoua selaku Regional Director for Government Affair MEA & JAPAC Spotify menyatakan komitmen perusahaan untuk memperkuat kerja sama strategis dengan Pemerintah Indonesia.

Spotify juga memaparkan roadmap kebijakan dengan fokus memperbesar pendapatan industri musik secara keseluruhan (grow the pie) serta memperbaiki aliran pembayaran royalti agar lebih efisien dan transparan (fix the pipes), sehingga hak para pencipta terlindungi secara optimal.

“Spotify ingin menjadi mitra pemerintah dan pemegang hak musik untuk memperkuat sektor musik sekaligus meningkatkan transparansi. Kami melaporkan secara terbuka jumlah royalti yang dibayarkan dan menunjukkan bagaimana artis dapat berkembang melalui platform kami,” tuturnya. (hms/smr)

Pos terkait