Wamendikdasmen Atip: Kolaborasi Pusat-Daerah Kunci Keberhasilan Transformasi Pendidikan Nasional

Konsolidasi Daerah Program Prioritas Jatim Tahun Anggaran 2025 yang dibuka Wamendikdasmen Atip Latipulhayat, di Surabaya pada Kamis (19/6). 

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menyatakan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan transformasi pendidikan nasional.

Semarak.co – Atip saat Konsolidasi Daerah Program Prioritas di Surabaya, menegaskan program prioritas  Kemendikdasmen telah memasuki tahap implementasi dan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

Bacaan Lainnya

“Program yang dicanangkan sekarang ini sudah pada tahap implementasi. Kita sudah dapatkan berbagai hal untuk dievaluasi, baik ketepatan maupun kelemahan yang harus  diperbaiki,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Jumat (20/6/2025).

Atip juga menyoroti dua program besar yang menjadi perhatian nasional yaitu digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi sekolah. “Program revitalisasi sekolah tahun ini anggaran yang cukup besar untuk wilayah Jawa Timur. Ini harus diawasi dengan ketat,” tegasnya.

Program digitalisasi sekolah juga merupakan bagian dari quick wins program nasional yang tengah dipersiapkan dengan matang. Wamen Atip menegaskan pentingnya pelatihan, pendampingan, dan pengawasan yang menyeluruh dalam pelaksanaan digitalisasi pendidikan di seluruh Indonesia.

Konsolidasi Jadi Wadah Sinergi Program Prioritas

Kegiatan ini menjadi ruang temu strategis antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan kabupaten/kota, dan pemangku kepentingan di daerah untuk memperkuat kolaborasi dan koordinasi dalam menjalankan kebijakan pendidikan prioritas nasional.

“UPT adalah kepanjangan tangan kementerian di daerah. Fungsinya bukan untuk berkompetisi dengan pemerintah daerah, melainkan bersinergi dan berkoordinasi. Tanpa kerja sama yang solid, program prioritas tidak akan berhasil sampai ke satuan pendidikan,” tutur Wamen Atip.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Gogot Suharwoto, dalam laporannya menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari peran aktif pemerintah daerah.

“Konsolidasi daerah adalah modal utama untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia. Kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap program tidak hanya berjalan, tetapi juga tepat sasaran,” ujarnya.

Gogot menekankan pentingnya publikasi dan diseminasi praktik baik di daerah. Ia mengajak seluruh pihak membagikan narasi positif di tengah masyarakat. “Dari 16 kabupaten/kota yang SPMB-nya lancar, namun pemberitaan praktik baiknya kurang maksimal. Sudah saatnya kita angkat cerita baik dari daerah,” tegasnya.

Kemendikdasmen berharap forum konsolidasi ini dapat menjadi sarana memperkuat keterpaduan antar pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, transformasi pendidikan Indonesia diyakini akan terus melangkah maju.

Konsolidasi Daerah Program Prioritas Kemendikdasmen Provinsi Jawa Timur TA 2025 ini dihadiri 154 orang yang terdiri dari unsur Pejabat Dinas Pendidikan yang menangani jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA di 38 Kabupaten/Kota serta pegawai dari UPT Kemendikdasmen. (hms/smr)

Pos terkait