Utamakan Keselamatan Pemudik, Kementerian PU Percepat Penanganan Perkerasan Ruas Tol Jakarta–Tangerang

Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan PT Jasa Marga mempercepat perkerasan jalan di Ruas Tol Jakarta–Tangerang, sebagai tindak lanjut laporan kondisi permukaan jalan di sejumlah titik yang saat ini masih dalam proses penanganan.

Semarak.co – Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemerintah mendorong percepatan penanganan pada titik-titik yang memerlukan perbaikan di Ruas Tol Jakarta–Tangerang sebagai prioritas menjelang arus mudik Lebaran.

“Penanganan dilakukan secara bertahap, baik melalui perbaikan permanen maupun sementara, guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis PU608, Rabu (18/3/2026).

Dody menekankan pentingnya pengawasan ketat dan respons cepat dalam penanganan kondisi jalan. Dia minta BPJT dan seluruh BUJT tidak ada kompromi dalam penanganan kondisi jalan di Ruas Tol Jakarta–Tangerang. Lakukan monitoring khusus, percepatan pekerjaan, dan pengecekan berlapis di setiap titik.

“Saya juga instruksikan tim Bina Marga mengaktifkan penilik jalan di setiap ruas, dengan cakupan pemantauan kurang lebih setiap 10 km hingga 30 km atau menyesuaikan kondisi wilayah. Mereka harus melaporkan kualitas jalan setiap hari sebagai dasar tindakan cepat di lapangan,” ujar Dody.

Sistem pengawasan tersebut bertujuan untuk memastikan penanganan dilakukan sejak dini. Dengan sistem ini, preservasi jalan harus dimulai lebih awal, bahkan dari kerusakan paling kecil sekalipun, sehingga tidak berkembang menjadi risiko yang membahayakan pengguna jalan.

“Sejalan dengan itu, bersama Komisi V DPR RI, kami juga tengah menyempurnakan Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol, khususnya terkait kualitas perkerasan jalan, agar ke depan semakin terukur, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.

Kepala BPJT Wilan Oktavian menyampaikan bahwa BPJT terus melakukan pengawasan ketat terhadap penanganan yang dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) guna memastikan seluruh pekerjaan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Dalam periode H-10 hingga menjelang arus mudik, BPJT melakukan pengawasan intensif terhadap progres penanganan di Ruas Jakarta–Tangerang agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan pengguna jalan,” ujar Wilan.

Ruas Tol Jakarta–Tangerang memiliki peran strategis sebagai jalur utama pergerakan lalu lintas dari DKI Jakarta menuju wilayah Banten dan Sumatera, sehingga penanganan kondisi jalan menjadi prioritas menjelang periode mudik.

Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono menyampaikan, perbaikan perkerasan telah dilakukan pada sejumlah titik prioritas di sepanjang ruas tersebut. Sampai 16 Maret, Jasa Marga Group telah melakukan penanganan pada puluhan titik di Ruas Tol Jakarta–Tangerang.

“Pekerjaan dengan skala konstruksi besar dihentikan sementara menjelang periode mudik untuk menjaga kelancaran lalu lintas, sementara penanganan cepat melalui patching tetap dilaksanakan pada titik-titik yang memerlukan penanganan segera,” ujarnya.

Selain perbaikan perkerasan, Jasa Marga juga melakukan pemeliharaan rutin meliputi pengecatan marka jalan, perbaikan guardrail, serta peningkatan fasilitas keselamatan lainnya.

Pemerintah memahami bahwa kondisi lalu lintas dengan volume tinggi serta faktor cuaca dapat mempengaruhi kondisi permukaan jalan di sejumlah titik. Oleh karena itu, penanganan dilakukan secara berkelanjutan dengan prioritas pada titik-titik yang berpotensi berdampak pada keselamatan pengguna jalan.

Puncak Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Siaga 24 Jam Jaga Kelancaran Perjalanan

Memasuki puncak arus mudik Lebaran 2026 pada 18-19 Maret 2026, Kementerian PU memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional dan jalan tol serta menyiagakan layanan lapangan selama 24 jam guna menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida dalam konferensi pers bersama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Kementerian Pertanian, dan Badan Pangan Nasional di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (18/3/2026).

“Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kementerian PU memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap. Saat ini panjang jalan nasional mencapai 47.603 km dengan tingkat kemantapan sekitar 93 persen,” kata Wida.

Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan sistem siaga penuh di lapangan melalui posko dan tim tanggap darurat yang beroperasi selama 24 jam, termasuk menyiagakan 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) lengkap dengan peralatan dan personel untuk penanganan darurat infrastruktur.

“Kami juga menyediakan posko dan tim tanggap darurat yang siaga 24 jam. Tim ini bertugas mengidentifikasi lokasi rawan longsor, banjir, maupun titik kemacetan, sekaligus memastikan respons cepat jika terjadi gangguan di lapangan,” tambah Wida.

Untuk menjaga kualitas layanan jalan, Kementerian PU telah melakukan berbagai pekerjaan preservasi sejak awal tahun, termasuk overlay perkerasan, penambalan lubang, perbaikan jembatan, serta normalisasi drainase.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 102 ribu titik lubang pada jaringan jalan nasional telah ditangani, dan penanganan akan terus dilakukan secara cepat apabila muncul kerusakan baru selama periode mudik.

Dengan langkah tersebut, Kementerian PU memastikan setiap potensi gangguan di jalan dapat segera ditangani sehingga tidak mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat selama puncak arus mudik.

Untuk menjaga kapasitas jalan tetap optimal, Kementerian PU memastikan pekerjaan konstruksi pada badan jalan dihentikan sementara sejak H-10 hingga H+10 Lebaran (11 Maret hingga 1 April 2026), kecuali penanganan darurat seperti perbaikan kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu, pada jaringan jalan tol, saat ini terdapat 76 ruas tol operasional sepanjang 3.115 km yang dilengkapi 136 rest area dan 581 gerbang tol untuk melayani kebutuhan pemudik.

Selain itu, seluruh jembatan pada jaringan jalan nasional juga dipastikan dalam kondisi fungsional, dengan total 19.337 unit jembatan non-tol sepanjang sekitar 565 ribu meter, yang siap mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

“Kami memastikan tidak hanya infrastruktur dalam kondisi siap, tetapi juga kesiapsiagaan di lapangan berjalan 24 jam, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” tutup Wida. (hms/smr)