Ketegangan antara kelompok Houthi Yaman dan Arab Saudi kembali meningkat setelah muncul klaim serangan drone dan rudal terhadap sejumlah fasilitas strategis kerajaan, termasuk bandara internasional dan instalasi militer.
Semarak.co – Kelompok Houthi Yaman mengklaim melancarkan serangan drone dan rudal terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk Bandara Abha, pangkalan militer Khamis Mushait, Bandara Dammam serta fasilitas radar Jizan awal pekan.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree menyebut operasi itu menyasar infrastruktur penerbangan dan pertahanan Saudi. Klaim itu disampaikan melalui pernyataan resmi kelompok tersebut pada awal November 2026 melalui media sosial.
Untuk wilayah barat daya, Houthi mengklaim menargetkan Bandara Internasional Abha dan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait menggunakan drone serta rudal balistik dalam operasi terpisah di wilayah Asir Saudi.
Anadolu Agency dan Newscord.org (5/11/2026), pada dua hari berselang, Houthi juga menyatakan telah mengirim dua drone menuju Bandara King Fahd di Dammam selama 48 jam, serta menyerang radar peringatan dini dan pesawat angkut militer di Jizan.
Reuters melaporkan Arab Saudi belum segera mengonfirmasi serangan yang diklaim terhadap Dammam dan Jizan. Pernyataan Syiah Houthi yang didukung Iran juga tidak menjelaskan apakah seluruh drone mencapai sasaran atau menimbulkan kerusakan pasti.
Di sisi lain, koalisi pimpinan Saudi menyatakan pertahanan udaranya mencegat dua drone di wilayah Riyadh pada 2 November 2026, tanpa mengidentifikasi pihak yang meluncurkannya maupun melaporkan korban di ibu kota kerajaan.
Rangkaian klaim itu memerlihatkan meningkatnya ketegangan keamanan antara Houthi dan Arab Saudi, sementara gangguan penerbangan serta ancaman terhadap fasilitas strategis menjadi perhatian dan industri penerbangan internasional dalam beberapa hari terakhir.
Dampak terhadap Keamanan Kawasan
Serangan yang diklaim Houthi terhadap bandara dan fasilitas militer, seperti dikutip Anadolu Agency, memerlihatkan bahwa infrastruktur penerbangan menjadi bagian penting dalam eskalasi konflik antara kedua negara bertikai.
Arab Saudi menghadapi tantangan memertahankan keamanan wilayah udaranya, terutama di kawasan selatan yang berbatasan langsung Yaman. Situasi itu juga berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan sipil, operasional bandara serta kepercayaan maskapai internasional terhadap keamanan jalur udara Timur Tengah.
Hingga 5 November 2026, sejumlah klaim serangan kelompok Houthi masih memerlukan verifikasi independen. Pemerintah Arab Saudi belum memberikan konfirmasi menyeluruh atas seluruh sasaran yang disebut kelompok tersebut. (net/aa/nco/kim/smr)





