Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan jumpa pers penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (21/5/2020). Foto: indopos.co.id

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 2.657 kasus per hari ini Kamis (9/7/2020), pukul 12.00 WIB.

semarak.co– Lonjakan tajam ini baru kali pertama terjadi sepanjang wabah virus corona jenis baru penyebab Covid-19 melanda Indonesia sejak awal Maret 2020 sehingga totalnya menjadi 70.736 kasus.

Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 32.651 setelah ada penambahan sebanyak 1.066 orang. Sedangkan untuk kasus meninggal bertambah 58 pasien sehingga toal menjadi 3.417 jiwa.

Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 23.832 pada hari sebelumnya, Rabu (8/7/2020), pukul 12.00 WIB.

Total akumulasi yang telah diuji menjadi 992.069. Adapun uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 161 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 115 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 292 lab.

Berdasarkan data yang dihimpun, terang Yurianto, jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 12.554 dan jumlah yang akumulatifnya 588.080. Dari pemeriksaan keseluruhan, didapatkan penambahan kasus positif per hari ini sebanyak 2.657 dan negatif 9.897 sehingga secara akumulasi menjadi positif 70.736 dan negatif 517.344.

“Kita mendapatkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 2.657, sehingga kasus ini akumulasinya sekarang menjadi 70.736 orang” kata Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2020).

Angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, melainkan ada beberapa wilayah yang memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi, namun ada beberapa yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif.

“Kita mendapatkan tambahan yang cukup banyak dari Provinsi Jawa Barat sebanyak 962 kasus dan dilaporkan 27 orang sembuh di Jawa Barat. Kemudian Jawa Timur 517 kasus baru dengan 263 sembuh. DKI Jakarta 284 orang terkonfirmasi positif dengan 221 orang sembuh,” jelas Yuri.

Selanjutya di Sulawesi Selatan 130 kasus baru dengan 189 sembuh. Sulawesi Utara 126 kasus baru dengan 27 sembuh. Kalimantan Tengah 120 kasus dengan 30 sembuh. Kalimantan, ulangi tadi, Jawa Tengah 120 kasus baru dengan 30 sembuh.

Kalimantan Selatan 108 kasus baru dengan 23 sembuh. Sumatera Utara 108 kasus dengan 11 sembuh. Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari Jawa Timur 15.484, DKI Jakarta 13.488, Sulawesi Selatan 6.488, Jawa Tengah 5.203 dan Jawa Barat 4.843.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 8.645 disusul Jawa Timur sebanyak 5.582, Sulawesi Selatan 2.446, Jawa Barat 1.811, Jawa Tengah 1.717 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 32.651 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis. Gugus Tugas Nasional merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 90 kasus, Bali 2.024 kasus, Banten 1.559 kasus, Bangka Belitung 171 kasus, Bengkulu 155 kasus, Yogyakarta 357 kasus.

Selanjutnya di Jambi 122 kasus, Kalimantan Barat 347 kasus, Kalimantan Timur 623 kasus, Kalimantan Tengah 1.096 kasus, Kalimantan Selatan 3.926 kasus, dan Kalimantan Utara 216 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 321 kasus, Nusa Tenggara Barat 1.444 kasus, Sumatera Selatan 2.475 kasus, Sumatera Barat 785 kasus, Sulawesi Utara 1.468 kasus, Sumatera Utara 2.085 kasus, dan Sulawesi Tenggara 500 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 193 kasus, Lampung 203 kasus, Riau 238 kasus, Maluku Utara 1.077 kasus, Maluku 845 kasus, Papua Barat 272 kasus, Papua 2.101 kasus, Sulawesi Barat 130 kasus, Nusa Tenggara Timur 121 kasus dan Gorontalo 286 kasus serta dalam proses verifikasi ada 2.

Total untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 38.498 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.732 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 457 kabupaten/kota di Tanah Air.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan jumlah penambahan kasus positif Covid-19 pada Kamis ini (9/7/2020) sangat tinggi, dan itu menunjukkan pertanda lampu merah.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis, yang merespon penambahan kasus positif COVID-19 secara nasional pada hari ini sebanyak 2.657 kasus.

“Perlu saya ingatkan, saya kira ini sudah lampu merah lagi. Hari ini secara nasional kasus positif ini tinggi sekali. Hari ini 2.657,” kata Presiden saat memberikan arahannya di Posko Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah yang disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden menyampaikan persebaran virus corona baru yang menyebabkan penyakit Covid-19, di Indonesia sangat tergantung dengan kebijakan yang diambil masing-masing daerah dalam mengendalikan virus ini.

Kepala Negara secara khusus meminta aparatur dan masyarakat di Kalimantan Tengah untuk terus mematuhi protokol kesehatan agar mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas. “Saya ingatkan kepada Kalimantan Tengah, lima menit lalu saya dapat laporan di sini yang positif 1.093 kasus. Memang masih pada angka yang kecil,” kata Presiden.

Meski masih dalam taraf yang kecil, Presiden mengingatkan, jangan sampai pemerintah daerah setempat dan juga masyarakat abai karena bisa menyebabkan kasus positif COVID-19 melonjak.

Maka dari itu, Kepala Negara mengingatkan seluruh masyarakat agar disiplin memakai masker, menjaga jarak dan menerapkan seluruh protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona baru.

“Di Kalteng dalam perawatan 393 (kasus pasien) dan sembuh di angka 634 kasus, meninggal 66 kasus. Tapi kalau angka yang masih kecil ini tidak dikendalikan dengan baik, manajemen krisis tidak dilakukan dengan tegas, rakyat tidak diajak semuanya untuk bekerja bersama-sama menyelesaikan,” imbuhnya.

Jokowi menambahkan, “Hati-hati angka yang tadi saya sampaikan bisa bertambah banyak. Per Kamis ini, secara nasional penambahan kasus positif COVID-19 sebesar 2.657 kasus menjadi total 70.736 kasus pasien positif Covid-19.”  (pos/smr)

LEAVE A REPLY