PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) memiliki produk asuransi jiwa Syariah AXA Mandiri yang memberikan solusi perlindungan dan membantu nasabah untuk berbuat kebaikan dan bermanfaat bagi sesama melalui fitur wakaf.
AXA Mandiri senantiasa berupaya dalam berinovasi mengembangkan produk dan layanan, khususnya dalam unit Syariah. AXA Mandiri unit Syariah menghadirkan fitur wakaf yang memungkinkan nasabah untuk berwakaf melalui produk asuransi jiwa syariah yang akan memberikan keberkahan bagi nasabah, sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi sesama.
Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G. Kusuma mengatakan, saat ini tingkat literasi dan prefensi masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah menjadi salah satu isu strategis dalam Roadmap IKNB Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dari fakta tersebut, kutip Handojo, AXA Mandiri unit syariah berkomitmen untuk berperan aktif mendukung pengembangan pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia dengan menghadirkan produk yang inovatif dan amanah.
“Dalam bulan penuh kebaikan ini, AXA Mandiri unit Syariah bersyukur dapat menghadirkan produk Asuransi Jiwa Syariah dengan fitur Wakaf untuk melengkapi kesempurnaan ibadah nasabah. Kami percaya fitur terbaru ini menjadi pilihan yang menarik untuk masyarakat,” ujar dalam rilisnya, Senin (14/5).
Tidak hanya memberikan manfaat proteksi dan perencanaan keuangan sesuai prinsip syariah, lanjut Handojo, namun melalui fitur wakaf. Nasabah juga diberi kemudahan beramal yang akan bermanfaat bagi sesama dan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Hal ini terwujud melalui tagline AXA Mandiri unit Syariah yakni #BerbagiJadiBerkah. Fitur wakaf merupakan fitur yang sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No.106/DSNMUI/X/2016 tentang wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah, yang mengatur ketentuan wakaf pada Asuransi Jiwa Syariah bagi masyarakat.
Menurut Badan Wakaf Indonesia dalam Indonesia Wakaf Summit 2019 mencatat potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp 2.000 triliun dengan luas tanah wakaf mencapai 420 ribu hektar. Terkait potensi wakaf berupa uang tunai, mencapai kisaran Rp 188 triliun per tahun.
Kehadiran fitur Wakaf, nilai Handojo, selain merupakan wujud nyata komitmen AXA Mandiri unit Syariah dalam membantu nasabah yang ingin menjalankan ibadah amal jariyah, namun juga sejalan dengan tujuan perusahaan yaitu “Empower all Indonesians to Live Better Lives”.
Hal ini tentunya selaras dengan wakaf yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. “AXA Mandiri unit Syariah ingin berkontribusi lebih terhadap pertumbuhan industri asuransi jiwa syariah melalui layanan dan produk yang memberikan solusi perlindungan di setiap tahapan kehidupan masyarakat,” lanjut Handojo.
Chief of Sharia AXA Mandiri Srikandi Utami menjelaskan Solusi Perlindungan dengan alokasi dana untuk WAKAF memiliki tiga kelebihan utama yakni memberikan manfaat asuransi yang menyeluruh, memaksimalkan perencanaan keuangan yang tepat untuk memastikan manfaat perlindungan bagi keluarga/ahli waris di masa depan, serta menyediakan fitur wakaf secara sistematis untuk membantu sesama sesuai dengan prinsip syariah.
AXA Mandiri unit Syariah didukung oleh lembaga wakaf yang terpercaya di Indonesia yakni Dompet Dhuafa dan Mandiri Amal Insani untuk mengelola dan menyalurkan dana wakaf para nasabah dan menghibahkan sebagian manfaatnya untuk kesejahteraan umat, khususnya dalam inisiatif pembangunan Masjid, Rumah Sakit serta tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu.
“Dana Wakaf AXA Mandiri unit Syariah akan dikelola secara amanah dan profesional dengan diawasi Badan Wakaf Indonesia untuk memberikan kepercayaan lebih dan memastikan dana yang diwakafkan bermanfaat secara optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui fitur Wakaf ini, lanjut dia, nasabah memiliki pilihan dalam mempersiapkan keuangan untuk masa depan serta menjalankan ibadah amal jariyah. “Keunggulan dari produk syariah Solusi Perlindungan dengan fitur wakaf AXA Mandiri unit Syariah,” katanya.
Dengan produk Solusi Perlindungan ini, nilai dia, nasabah berkesempatan untuk mendapat perlindungan asuransi dan sekaligus berwakaf sebesar maksimal 45% dari santunan asuransi serta 30% dari jumlah manfaat investasi nasabah yang dapat diwakafkan.
“Selain dapat berwakaf, Wakif juga tetap dapat menerima santunan asuransi. Nasabah dapat memperoleh produk ini melalui jalur distribusi AXA Mandiri unit Syariah melalui perbankan (bancassurance) di seluruh cabang Bank Syariah Mandiri,” ungkap Srikandi.
Senior Executive Vice President PT Bank Syariah Mandiri (BSM) atau Mandiri Syariah, Anton Sukarna yang hadir dalam acara peluncuran fitur Wakaf AXA Mandiri unit Syariah mendukung inisiatif ini.
Khususnya sebagai bagian dari Mandiri Group, kami selalu siap bersinergi dengan perusahaan anak lainnya. “Terlebih lagi sinergi yang membawa kebaikan dan keberkahan bagi umat, seperti fitur Wakaf AXA Mandiri unit Syariah ini,” imbuhnya.
Insya Allah, kata dia, fitur Wakaf AXA Mandiri unit Syariah menambah nilai kebaikan bagi nasabah khususnya segmen syariah yang membutuhkan produk asuransi. Apalagi produk ini tidak sekadar asuransi tapi juga memberi peluang nasabah untuk berbagi kebaikan melalui fitur wakafnya,” tambah Anton.
Produk asuransi syariah ini bisa dipasarkan tidak hanya kepada nasabah Bank Syariah Mandiri yang berjumlah sekitar 5,5 juta orang tapi juga masyarakat umum. Didukung oleh 765 kantor cabang di seluruh Indonesia, Bank Syariah Mandiri siap menjadi mitra yang menghubungkan produk AXA Mandiri unit Syariah dengan nasabahnya, sebagaimana yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Selain berkomitmen untuk mengembangkan produk asuransi syariah, AXA Mandiri unit Syariah juga secara berkelanjutan melakukan literasi dan edukasi mengenai manfaat asuransi syariah kepada masyarakat.
Bentuk nyata perusahaan dijalankan secara rutin bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengadakan kegiatan literasi dan edukasi kepada kaum muslim di Indonesia.
Anggota Dewan Syariah Nasional MUI (Majelis Ulama Indonesia) Muhammad Syakir Sula mengungkapkan harapannya agar program edukasi dan literasi keuangan “Satu Juta Umat Mandiri” yang telah mengedukasi para dai dan daiah di berbagai kota besar di Indonesia ini, dapat terus berlanjut dan berkontribusi terhadap peningkatan dan perluasan literasi keuangan yang dikelola secara syariah.
AXA Mandiri melanjutkan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wujud komitmen mempercepat peningkatan dan perluasan literasi keuangan dikalangan umat Islam, melalui program “Satu Juta Umat Mandiri”.
Selain itu, setiap tahunnya AXA Mandiri unit Syariah konsisten untuk menjalankan amanah para pemegang polis asuransi syariah dengan menyerahkan sebagian surplus underwriting kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
“Kami percaya dengan mengedukasi masyarakat mengenai prinsip dan pentingnya asuransi khususnya asuransi syariah mampu meningkatkan penetrasi asuransi syariah di Indonesia,” ucapnya.
Dengan demikian, kata dia, harapan mereka dengan semakin banyaknya masyarakat yang teredukasi maka akan lebih banyak masyarakat Indonesia yang terlindungi dan juga berkesempatan berbagi untuk menjadi berkah baik bagi diri sendiri maupun keluarga.
Fitur Wakaf ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami untuk memberdayakan masyarakat Indonesia agar menjalani kehidupan yang lebih baik melalui inovasi Solusi Perlindungan yang memenuhi setiap tahapan kehidupan masyarakat,” tutup Srikandi Utami. (lin)
AXA Mandiri unit Syariah memiliki rangkaian produk yang lengkap untuk nasabah lokal, diantaranya:
– Asuransi Mandiri Elite Plan Syariah
– Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera Syariah