Toprak Razgatlioglu Mengeluh Performa Motor Yamaha

Sebagai pembalap motor dengan brand Yamaha, justru Toprak Razgatlioglu mengeluhkan performa motor Yamaha, terutama saat sesi latihan di sirkuit Buriram, Thailand. Toprak mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa motor Yamaha setelah gelaran MotoGP Brasil 2026.

Semarak.co Ia menyoroti masalah lama yang kembali menghantui, yaitu kurangnya traksi saat keluar dari tikungan. Padahal, seperti dilansir Kompas.com dan dikutip dari Otomotif, penampilan Razgatlioglu di Sirkuit Artyon Sena terbilang cukup baik untuk seorang pemula.

Ia berhasil lolos ke Q2 pada hari Jumat, 20 Maret 2026, dan menempati posisi ke-12 di saat kualifikasi pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2026. Namun, performanya malah menurun saat balapan utama, di mana ia finis di posisi ke-17.

Pembalap yang sempat dibandingkan dengan Casey Stoner ini mengakui bahwa, meski begitu, balapan utama sedikit lebih baik dibandingkan sprint race. Akan tetapi, masalah utama pada motornya belum juga teratasi.

“Balapan utama lebih baik dibanding yang lalu. Tapi grip ban belakang terasa aneh. Pabrikan lain punya cengkeraman lebih baik,” ujar pembalap motor tangguh Toprak Razgatlioglu seperti dilansir Kompas.com dari Crash, pada hari Selasa 24 Maret 2026.

Masalah traksi belakang sebenarnya bukan isu baru bagi Yamaha. Sejak penggunaan ban Michelin dan sistem elektronik standar diberlakukan pada 2016–2017, mereka kerap kesulitan dalam hal akselerasi keluar tikungan.

Razgatlioglu menjelaskan bahwa setiap kali ia membuka gas, ia justru kehilangan banyak waktu karena ban belakang mengalami selip. “Kami sudah mencoba memperbaiki, tapi setiap membuka gas saya kehilangan banyak waktu,” katanya mengeluh.

“Ban belakang terlalu mudah berputar dan saya tidak bisa berakselerasi dengan baik,” lanjutnya. Sepanjang balapan, Toprak cukup lama berada di belakang Fabio Quartararo, rekan sesama pembalap dengan brand Yamaha.

Toprak mengaku merasa mampu mengimbangi di area tikungan, tetapi kalah saat akselerasi. “Saat di belakang Fabio, saya cukup bagus di hampir semua tikungan. Bahkan, di beberapa bagian saya bisa mendekat,” ujarnya.

“Tapi begitu membuka gas, dia selalu lebih unggul. Mungkin dia lebih baik dalam mengelola ban atau punya setelan motor yang lebih pas,” katanya. Meski demikian, ia menyebut tetap ada hal positif yang didapat, terutama dalam hal pengereman mesin alias engine brake yang kini terasa lebih baik. (net/kpc/crs/otf/kim/smr)

Pos terkait