Tidak Hadiri Sidang BAORI, Kubu Syamsu Djalal Anggap Tak Perlu Sidang Lagi

Pengurus Daerah Taekwondo Indonesia (Pengda TI) DKI Jakarta menggugat hasil keputusan Badan Arbitrasi Olahraga Indonesia (BAORI) yang memenangkan kepengurusan versi Ketua Mayjen TNI Ivan Ronal Pelealu hasil Musyawarah provinsi (Musprov) TI DKI Jakarta 12 November 2016.

Namun dalam sidang Arbitrasi BAORI, di gedung KONI Pusat, Rabu (13/3), termohon (Ivan Cs) tidak hadir. Sehingga keputusan diserahkan pada Ketua Pelaksana Tugas (Plt) BAORI Amir Karyatin. Apakah akan dilanjutkan kembali atau tidak sidang mediasi itu.

Kuasa Hukum Pengda TI DKI Jakarta Rizki Masapan mengatakan, alasan menggugat keputusan BAORI bukan dikarenakan dualisme kepemimpinan di tubuh Pengda TI DKI Jakarta. Tapi karena status kepemimpinan Ketua BAORI Sudirman yang dipecat KONI Pusat dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

“Kami menggugat atas dasar, pernyataan Ketua umum KONI Pusat Bapak Tono Suratman yang menyatakan bahwa terkait putusan-putusan yang sudah dijatuhkan (BAORI kepemimpinan Sudirman,red) perlu ditelaah lebih lanjut lagi. Setelah kami anggap status kepemimpinan Sudirman tidak sah, maka putusan-putusannya pun gugur,” ungkap Rizki usai sidang Arbitrasi BAORI di lantai 11 Gedung KONI Pusat, kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (13/3).

Itu artinya, lanjut Rizki, status kepemimpinan Ketua Pengda TI DKI Jakarta Ivan pun tidak sah. Ditambah lagi, Ivan pun rupanya menjabat sebagai Wakil Ketua umum PB Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi).

Menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI Pusat, setiap orang yang menjawab ketua, sekretaris, dan bendahara dilarang merangkap jabatan.

“Itulah pertimbangan lain, mengapa kami mengajukan gugatan ke BAORI. Apalagi pada sidang arbitrasi BAORI ini, mereka selaku termohon tidak hadir. Ini menutup kemungkinan untuk sidang mediasi selanjutnya. Tapi keputusan lanjut tidaknya mediasi kami serahkan kepada Ketua Plt BAORI yang punya kebijakan dan Tim Sidang Mediasi,” ungkap Rizki usai sidang mendampingi Ketua Pengda TI DKI Syamsu Djalal, Ketua Pengcab Jakarta Timur Valentina, Pengcab Jakarta Utara Asrum Lumbai, Pengcab Jakarta Selatan, dan seluruh Pengda TI DKI Jakarta.

Seperti diberitakan, pencopotan ketua badan pengadil olahraga Indonesia itu, kata Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman didasarkan beberapa hal dan sudah melalui tahapan sebelumnya akhirnya dibawa ke Musornaslub KONI yang dihadiri mayoritas anggota.

“Dasarnya adalah pertama rangkap jabatan, kedua banyak keputusan yang tidak transparan, dan ketiga tidak mampu menyusun kepengurusan yang baik,” ungkap Tono selepas penetapan keputusan Musornaslub KONI.

Sudirman diangkat sebagai ketua BAORI pada Musornaslub KONI 2017. Sesuai aturan yang ada, masa kerjanya baru berakhir 2021. Sebelum menjadi Ketua BAORI, Sudirman merupakan ketua Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB WI).

Menurut Tono, sebelum digelarnya Musornaslub pihaknya telah melakukan penyelesaian secara adat atau internal. Namun, proses yang dilakukan tidak membuahkan hasil sehingga pihaknya harus mengumpulkan anggota untuk menggelar Musornaslub dengan agenda tunggal pencopotan Ketua BAORI.

Untuk mengisi kekosongan posisi ketua BAORI, Musornaslub menunjuk Ketua Bidang Hukum KONI Amir Karyatin sebagai pelaksana tugas (Plt) hingga dilalukannya lagi Musornaslub pada 2019.

Selama kepemimpinan Sudirman, Tono menjelaskan, pihaknya akan melakukan peninjauan kembali. Jika hasil peninjauan tidak sesuai, keputusan yang ada bakal dianulir dan jika sudah tepat akan dijalankan.

Beberapa keputusan BAORI yang sempat menjadi polemik di antaranya adalah dualisme Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) antara versi Tahir dan Oegroseno. Selain itu terkait dengan Pengprov PBSI Sumatra Utara.

Sudirman rupanya tidak tinggal diam dengan apa yang terjadi di Musornaslub. Menurut dia, pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut karena selama ini pihaknya berjalan on the track.

“Terus terang saya tidak punya beban. Sudah tiga kali BAORI dizalimi. Semua tahu keputusan BAORI tidak ada yang dipermasalahkan di pengadilan. Kami menilai apa yang terjadi karena BAORI tidak mau diintervensi,” tuturnya usai Musornaslub.

Sudirman membenarkan jika apa yang terjadi di antaranya adalah buntut keputusan BAORI yang memenangkan gugatan PTMSI di bawah pimpinan Oegroseno. Di sisi lain KONI mendukung PTMSI di bawah pimpinan konglomerat, Dato’ Tahir.

Diakui Rizki, keputusan Sudirman menolak gugatan kubu Syamsu Djalal yang membuat kubu Ivan menang bukannya menyelesaikan masalah. Justru berkepanjangan. Menyusul status kepemimpinan Sudirman yang illegal. Apalagi kubu Syamsul Djalal ini diisolir Ivan bahkan ada yang dibekukkan kepengurusannya, gelar juara atlet dicopot bahkan tidak boleh ikut kejuaraan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: