The Great Lionel Messi:  Sumber Inspirasi Kemenangan Argentina

Lionel Andrés Messi Cuccitini, selalu fenomenal. Tiada duanya. Begitulah The Great Lionel Messi, punggawa Inter Miami. Messi, sang pahlawan hat-trick, mencetak sejarah Piala Dunia 2026 saat sang juara bertahan meraih kemenangan telak atas Aljazair 3-0.

Semarak.co – Gol Argentina semua dicetak sang GOAT (Greatest Of All Time), Lionel Messi di menit ke-17, 60 dan 76. Messi menyamai rekor topskor sepanjang masa di Piala Dunia FIFA setelah mengukir hat-trick saat Tim Tango memulai upaya memertahankan gelar lewat kemenangan atas Aljazair di Kansas City Stadium.

Bacaan Lainnya

Messi memulai hari dengan selisih tiga gol dari rekor 16 gol milik penyerang  Miroslav Klose di panggung Piala Dunia. Namun, dalam waktu 76 menit pertandingan ini, ia berhasil menyamai catatan mantan pemain internasional Jerman tersebut.

Messi dan pemain Aljazair Fares Chaibi sama-sama sempat mencetak gol yang dianulir karena offside dalam awal pertandingan yang berlangsung cepat. Namun, kapten Argentina itu segera mempertunjukkan levelL kualitasnya.

Menerima bola sekitar 30 yard dari garis gawang, seperti dilansir Fifa.com (17/6/2026), El Messias dengan cerdik sekaligus cerdas berhasil melewati pengawalnya, bergerak maju, lalu melepaskan tembakan melengkung yang indah di luar jangkauan Luca Zidane.

Aljazair sebagian besar berhasil menjaga juara bertahan tetap terkendali sepanjang sisa babak pertama. Sundulan Alexis Mac Allister yang melambung di atas mistar menjadi satu-satunya peluang nyata Argentina pada periode tersebut.

Anis Hadj Moussa sempat menciptakan salah satu peluang terbaik bagi Fennec Foxes, namun bola tembakannya yang rendah mengalami sedikit perubahan arah sehingga kehilangan kecepatannya dan dapat diamankan dengan nyaman oleh kiper Emiliano Martinez.

Messi kembali menjadi pusat dari setiap serangan berbahaya Argentina setelah jeda. Ia terlebih dahulu melepaskan tembakan dari jarak sekitar 20 yard yang melambung di atas mistar sebelum mengirim umpan ke Lautaro Martinez, umpan silangnya berhasil dipotong oleh Zidane.

Gol kedua dinyanyikan megabintang Argentina bernomor punggung 10. Zidane gagal mengamankan tembakan keras Mac Allister, sehingga Messi dengan cepat menyambar bola muntah dan menyelesaikannya dengan tenang menggunakan kaki konfirmasi.

Pemain berusia 38 tahun itu melengkapi hat-trick-nya melalui penyelesaian khas berupa tembakan melengkung dari tepi kotak penalti, sekaligus menandai penampilan internasional seniornya yang ke-200 dengan cara yang istimewa.

Setelah menyamai rekor Klose, Messi akan memiliki kesempatan untuk menjadi pemegang rekor tunggal saat Argentina menghadapi Austria pada 22 Juni 2026. Sementara itu, Aljazair akan menghadapi Yordania pada pertandingan berikutnya di Grup J.

Statistik Kunci

Trigol Messi terjadi tepat 20 tahun setelah debutnya di kancah Piala Dunia, ketika ia sebagai pemain pengganti dalam pertandingan fase grup melawan Serbia dan Montenegro pada Piala Dunia FIFA Jerman tahun 2006. (net/fc/kim/smr)

Pos terkait