Terima Audiensi DKJ, Kemenekraf Perkuat Ekosistem Seni Rupa Lewat Kolaborasi Jakarta Biennale 2026

Wamenekraf Irene Umar (kedua dari kiri) saat menerima audiensi anggota DKJ di Gedung Film Pesona Indonesia kantor Kemenekraf, Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026). Foto: humas Kemenekraf

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus memperkuat ekosistem subsektor seni rupa nasional melalui perhelatan berskala global Jakarta Biennale 2026. Sinergi strategis ini ditegaskan dalam audiensi Kemenekraf dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Semarak.co  – Wamenekraf Irene Umar mengatakan, pertemuan kali ini memaparkan rencana strategis pelaksanaan Jakarta Biennale 2026, mulai dari visi dan dampaknya bagi masyarakat hingga peluang sinergi antara DKJ dan Kementerian Ekraf, sebagai langkah kolaborasi yang sangat krusial.

Bacaan Lainnya

“Ajang perhelatan seni internasional seperti Jakarta Biennale bukan hanya wadah pameran karya, melainkan sarana strategis untuk memajukan potensi industri kreatif dan daya saing para perupa nasional,” ujar Wamenekraf saat audiensi di Gedung Film Pesona Indonesia kantor Kemenekraf, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).

“Kami berkomitmen memfasilitasi integrasi ekosistem seni rupa agar mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata serta berkesinambungan bagi para pelaku seni Tanah Air,” ujar demikian Wamenekraf Irene dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Selasa (1/9/2026)

Audiensi bersama DKJ ini bukan merupakan ajang perdana, melainkan wujud berlanjutnya kolaborasi yang telah dirintis sejak 25 April 2025 terkait Hari Puisi Nasional. Diskusi bertahap ini terus mendorong kreativitas sebagai media ekspresi seni yang memiliki nilai tambah serta berpotensi besar untuk dikomersialisasikan.

Sinergi ini merespons tren positif industri seni rupa nasional berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Ekraf, di mana nilai ekspor barang subsektor tersebut melonjak dari 2,45 juta dolar AS pada Januari–April 2025 menjadi 4,28 juta dolar AS pada periode yang sama tahun 2026.

“Kami dari Kementerian Ekraf siap membantu menghubungkan kegiatan ini dengan mitra kolaborasi, salah satunya terkait penyediaan lokasi. Namun kuncinya, detail acara dan kebutuhan proyek harus dirinci terlebih dahulu agar prosesnya lebih mudah,” imbuh Wamenekraf Irene.

Kami siap mendukung ruang kolaborasi ini agar sektor ekonomi kreatif terus berkembang dan memberi nilai tambah signifikan bagi perekonomian nasional. Jakarta Biennale adalah perhelatan seni rupa kontemporer dua tahunan berskala internasional yang digagas sejak tahun 1974 dan berperan strategis dalam membentuk wacana seni.

Serta merefleksikan dinamika kehidupan kota dan masyarakatnya. Pada edisi 2026, ajang yang mengusung tema Kebal ini mengusung tema resiliensi warga Jakarta dan diselenggarakan pada 4 Oktober hingga 24 November 2026 di 9 lokasi di Jakarta.

Kegiatan Jakarta Biennale 2026 pada bulan Oktober diusulkan untuk dikolaborasikan dengan rangkaian peringatan Hari Ekraf Nasional dalam program ‘Oktober Kreasi’ yang berlangsung sebulan penuh di berbagai daerah.

Selain itu, Wamen Ekraf juga membahas persiapan forum global _World Conference on Creative Economy_ (WCCE) 2026 pada 21–23 Oktober di JIEXPO Kemayoran yang akan merumuskan _Jakarta Vision on Creative Economy 2026_ bagi sekitar 80 negara delegasi.

“Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian Ekraf untuk Jakarta Biennale 2026. Sinergi ini akan memperluas dampak positif bagi para seniman dan masyarakat. Kami juga siap menindaklanjuti seluruh arahan dari Ibu Wamen demi suksesnya acara ini,” ujar Berto Tukan, Wakil Ketua 1 DKJ.(hms/kraf/sam)

Pos terkait