Lewat pertandingan yang seru, ketat dan alot, akhirnya kemenangan pasukan Switzerland (Swiss) atas Kolombia ditentukan lewat tos-tosan alias adu penalti usai di extra time masih tanpa gol. Ruben Vargas menjadi penentu kemenangan lalu timnya melaju ke perempat final melawan Lionel Messi cs.
Semarak.co – Dilansir Fifa.com dan CyrusTimes.com pada Rabu, 8 Juli 2026, Swiss akan menghadapi Argentina di babak delapan besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah sukses mengalahkan Kolombia melalui adu penalti 4-3 (0-0) menyusul hasil imbang tanpa gol di Vancouver, Kanada.
Ruben Vargas mencetak gol kemenangan saat adu tendangan penalti digelar untuk membawa Swiss ke perempat final pertama dalam lebih dari tujuh dekade, setelah upaya gagal dari duo Kolombia, Davinson Sanchez dan Cucho Hernandez.
Tim asuhan Murat Yakin telah menerima pukulan telak sebelum pertandingan dengan kabar bahwa Johan Manzambi, bintang yang bersinar di tim itu, absen karena cedera lutut. Absennya penyerang lincah itu sangat terasa di babak pertama yang mengecewakan.
Dan yang mendominasi Kolombia tanpa menciptakan peluang yang jelas. Upaya terbaik mereka datang dari tendangan melengkung Gustavo Puerta dari luar kotak penalti, yang memaksa kiper impresif Gregor Kobel melakukan penyelamatan akrobatik.
Peluang mencetak gol yang jelas sangat jarang, dan itu membuat para penggemar Kolombia semakin frustrasi ketika Luis Suarez mendekatkan di pertengahan babak kedua dan tendangannya melenceng jauh dari gawang.
Di sisi lain, satu-satunya penyelamatan yang dilakukan Camilo Vargas adalah ketika pemain sayap Swiss, Fabian Rieder, melepaskan tendangan voli kaki kiri yang berhasil digagalkan untuk jadi gol. Babak tambahan menawarkan lebih banyak keseruan.
Salah satunya sundulan Jhon Lucumi dari Kolombia yang masih membentur mistar gawang. Juga ada peluang dari pemain pengganti Swiss, Zeki Amdouni, memaksa Vargas melakukan penyelamatan, dan tendangan Jaminton Campaz yang melambung tinggi dengan mencetak peluang gol sangat besar.
Hingga akhirnya adu penalti dilakukan untuk menentukan hasil pertandingan. Setelah Sanchez menendang bola membentur bagian bawah mistar gawang dan tendangan Hernandez digagalkan oleh Kobel, Vargas dengan tenang mencetak gol untuk membawa Swiss lolos.
Swiss berhasil lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1954. Selain menang dan lolos ke delapan besar, kiper Swiss, Gregor Kobel, juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan (man of the match) karena aksinya nan impresif.
Prediksi Ketat Terbukti
Sebelum laga dihelat, Swiss kontra Kolombia diprediksi menjadi salah satu duel paling ketat di babak 16 besar. Swiss dinilai unggul dari sisi organisasi pertahanan, sementara Kolombia membawa ancaman dari kecepatan dan transisi serangan.
Prediksi skor sebelumnya mengarah pada laga imbang. Jalannya pertandingan kemudian membuktikan bahwa kedua tim memang sulit saling membongkar. Pertahanan Swiss tidak mudah ditembus. Kolombia juga mampu menahan tekanan dan menjaga laga tetap hidup sampai akhir babak tambahan. (net/fifa/ctc/kim/smr)





