Manager Pulau Bidadari Danny Kurniawan dalam satu kesempatan. Foto: istimewa

Mempromosikan Pulau Bidadari sangatlah tidak mudah apalagi dalam kondisi resesi seperti saat ini akibat pandemi Covid-19. Belum lagi budget untuk promosi yang sangat amat terbatas, terkadang dalam senggang terpikir putus asa juga. Walau di masa PSBB ketat, Pulau Bidadari pun masih beroperasi tentu dengan protokol kesehatan yang sangat ketat pula.

semarak.co– Manager Pulau Bidadari Danny Kurniawan memberi testimoni bahwa asa itu kembali bergelora ketika Geisz Chalifah dalam obrolan di salah satu grup WA Ancol menjanjikan bahwa setelah Nyiur Resto dan Ombak Laut Resto, Geisz akan fokus mempromosikan New Pulau Bidadari, September 2020.

Seperti diketahui, Geisz Chalifah adalah Komisaris PT Pembangunan Taman Impian Jaya Ancol (Ancol). Diakui Danny, Geisz memang piawai dalam membuat promosi, terbukti Nyiur Resto maupun resto Ombak Laut dengan kemahirannya menulis cerita membuat resto-restor yang awalnya sepi dan baru dibuka itu menjadi ramai dipenuhi pengunjung.

“Tepat pada Rabu, 8 September 2020, Pak Geisz beserta rombongan dari Jakarta Melayu Festival (JMF) berkunjung ke Pulau Bidadari untuk melihat secara langsung Pulau Bidadari,” tulis Danny kepada Geisz yang kemudian di share pada wartawan, Minggu (27/9/2020).

Para artis ternama dari Jakarta Melayu Festival sangat surprise bahwa New Pulau Bidadari bukan isapan jempol semata, salah satu surga di halaman Utara Jakarta hanya butuh 20 menit dari Dermaga Marina Ancol. “Begitu komentar salah satu teman beliau (Geisz,red),” kutip Danny yang menjuluki Geisz Promotor Ulung.

Selama di Pulau Bidadari, lanjut Danny, Geisz berkeliling untuk melihat detail dari sudut-sudut indahnya Pulau Bidadari termasuk Benteng Martello. Dan rombongan dari JMF pun tidak menyianyiakan waktu untuk menikmati keindahan pulau Bidadari sekaligus mendokumentasikan kegiatan tersebut.

“Malam hari ditemani lantunan musik melayu dan api unggun sayapun berkesempatan berbincang-bincang dengan beliau tentang banyak hal. Di antaranya tentang pekerjaan, suka duka selama mengelola Pulau Bidadari, tentang keluarga dan hal-hal pribadi lainnya,” paparnya.

Danny melanjutkan tulisannya, “Dari situ saya menjadi saksi bahwa beliau memiliki kepribadian yang sangat baik, peduli dengan karyawan dan memiliki jaringan pertemaan yang sangat luas.”

“Sayapun memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu yang membuat saya sangat penasaran, yaitu mengapa tampilan beliau begitu berbeda dengan di dunia maya apalagi jika tampil di media televisi. Dengan singkat beliau menjawab, Mereka sudah sangat terlaluan!”

Tampilan Geisz di televisi maupun di media sosial dalam berdebat, nilai Danny, jauh berbeda dengan hari-hari yang karyawan Ancol alami. “Bapak Komisaris  kami ini tak berjarak dengan bawahan bahkan yang terbawah sekalipun,” imbuhnya.

Selalu perhatian hangat dan akrab, lanjut dia, belum lagi bercandanya sungguh membuat karyawan tak merasa terbebani berada didekat beliau melainkan seperti berada didekat teman yang selalu memberi solusi.

“Saya sama sekali tak menyangka Pak Geisz dengan rileks membuka pembicaraan diforum sebesar ILC yang ditonton jutaan orang dengan bercerita pulau Bidadari lebih dulu,” terang dia.

Sebelumnya Geisz diminta dua kali wawancara didua stasiun televisi berbeda, kutip Danny, namun Geisz hanya mau dilakukan di Ancol dan lokasinya di Resto Ombak Laut dan di Resto Nyiur.

“Bagi Pak Geisz keberadaannya di Ancol harus bermanfaat secara menyeluruh bukan saja ide-idenya yang visioner menjadikan Ancol seperti sekarang ini tapi juga jaringannya,” paparnya.

Pengalaman bersama Geisz dapat disimpulkan bahwa Geisz tidak saja piawai dalam beradu argumentasi, Geisz juga seorang Promotor Ulung dengan koneksi jaringan yang sangat luas  sekaligus rendah hati pada orang yang secara struktur sebagai bawahannya.

“Ada rahasia yang kami ketahui dari perilaku Pak Geisz tidak punya rasa takut berhadapan dengan siapapun tapi beliau sangat takut pada karyawan dilapisan paling bawah bila berlaku salah,” ujarnya.

Menurutnya orang-orang seperti mereka doanya menembus langit bila berlaku zhalim terhadap mereka. “Sungguh mencengangkan dan pelajaran berharga bagi saya. Saya mewakili rekan-rekan Pulau Bidadari mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pak Geisz dan rombongan JMF atas partisipasinya mempromosikan New Pulau Bidadari,” tuturnya. (smr)

LEAVE A REPLY