Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin (berdiri sedang presentasi) dalam rangkaian Sosialisasi Persiapan Holding BUMN Jasa Survei di wilayah Regional Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Foto: humas Sucofindo

Tiga anggota BUMN Jasa Survei, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), PT Sucofindo, dan PT Surveyor Indonesia (SI) kembali melaksanakan rangkaian Sosialisasi Persiapan Holding BUMN Jasa Survei, kali ini wilayah Regional Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, yang sebelumnya telah dilakukan di area Sumatera dan Kalimantan, Rabu (28/4/2021).

semarak.co-Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai acuan dalam mengintegrasikan kebijakan bersama, serta pemahaman mengenai Holding BUMN Jasa Survei.

Direktur Utama BKI Rudiyanto mengatakan, dengan adanya holdingisasi ini mampu menguatkan posisi Jasa Survei, khususnya di era VUCA (volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity).

“Jika kita saling berkolaborasi, mampu menguatkan dan meningkatkan strategi bisnis. Kami optimistis dengan komitmen yang terjaga, BUMN Jasa Survei dapat menjadi top 5 market leader di Asia Tenggara. Ini menjadi target bersama di 2024,” ujar Rudiyanto dalam rilis humas Sucofindo by email semarak.redaksi@gmail.com, Jumat (30/4/2021).

Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin menambahkan, dengan adanya holding ini mampu membawa BUMN Jasa Survei bersaing dengan perusahaan asing lainnya.

BACA JUGA :  Immigration Goes to Office, Permudah Layanan Paspor di Kementerian PANRB

“Sinergi dan kolaborasi ini mampu menguatkan kapasitas dan kapabilitas BUMN Jasa Survei, sehingga kami optimis nantinya mampu berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan TIC global,” kata Bachder.

Proses pembentukan Holding saat ini telah memasuki tahap Penetapan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) menjadi Peraturan Pemerintah oleh Presiden Republik Indonesia.

Direktur Pengembangan dan Sumber Daya PT BKI Saifuddin Wijaya mengatakan, ketika PP telah ditandatangani maka strategi bisnis kita akan dijalankan bersama-sama. Untuk menyiapkan hal tersebut, kita juga telah membentuk PMO (Project Management Office).

“Tim ini dibentuk mengintegrasikan seluruh aspek dari 3 BUMN Jasa Survei menjadi satu, sehingga nantinya mampu meningkatkan revenue serta efisiensi sistem operasional,” tambah Saifuddin.

Tim PMO sendiri beranggotakan perwakilan masing-masing BUMN Jasa Survei, yang bertugas menginisiasi mulai dari level strategis hingga level pelaksana dalam seluruh aspek pengelolaan dan bisnis perusahaan ketiga anggota Holding BUMN Jasa Survei.

Direktur Komersial 2 Sucofindo Haris menyatakan, Tim Holding juga telah menyiapkan integrasi untuk Cabang dan Laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia. “Kami mengimbau dapat saling memanfaatkan fasilitas operasional dan kesinambungan komunikasi yang terjaga di tiap unit, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen,” katanya.

BACA JUGA :  Pemda Diminta Fokus dalam Pengusulan DAK Pusat Agar Tepat Sasaran

Direktur Operasi PT BKI (Persero) M. Cholil mengatakan, meskipun dari ketiga Jasa Survei ini terdapat perbedaan portofolio dan kompetensi, serta adanya irisan di berbagai bidang.

Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik dapat mengeliminasi risiko. “Perlu dipahami Holding ini bisa menjadi potensi bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” tegas Cholil.

Direktur Komersial 2 PT Surveyor Indonesia Darwin Abas senda menyatakan, kunci keberhasilan yang harus dipegang bersama dalam mensukseskan holding adalah Kolaborasi, Komunikasi, dan Koordinasi. “Dengan berkolaborasi kita dapat saling melengkapi, baik dari segi layanan jasa, kompetensi sumber daya manusia, maupun peralatan dan aset,” ujar Darwin.

Direktur Komersial 1 Surveyor Indonesia Tri Widodo mengatakan, dengan kompetensi dan aset yang dimiliki oleh BUMN Jasa Survei ini pun sebagai respon dalam mendukung program pemerintah, serta upaya meningkatkan daya saing.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN tengah menjalankan rencana holdingisasi BUMN. Program Holding BUMN merupakan program Kementerian BUMN yang menyatukan beberapa BUMN tertentu dengan karakteristik bisnis serupa.

Tujuannya memperbesar skala dan daya saing usaha serta meningkatkan kontribusi BUMN terhadap pembangunan Nasional. Program holdingisasi di antaranya dilakukan Pemerintah terhadap BUMN klaster Jasa Survei. (smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here