Soal Greenland: PM Denmark: Eropa Tak akan Bisa diperas Amerika

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen menegaskan, Eropa tidak akan “diperas,” di tengah pembahasan para pemimpin Eropa mengenai respons atas ancaman tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana pengambilalihan Greenland.

Semarak.co – Trump menyatakan akan mengenakan tarif baru pada delapan negara sekutu Amerika Serikat, yakni Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia dan Inggris, mulai Februari mendatang jika negara-negara tersebut menentang rencananya atas Greenland.

Ia menegaskan bahwa wilayah itu krusial bagi keamanan Ameriks Serikat dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan (militer AS). Tentu saja pernyataan tersebut menuai kritik keras dan meluas di berbagai negara di dunia, terutama negara-negara Eropa.

Negara-negara yang terancam tarif kemudian mengeluarkan pernyataan bersama, menyebut rencana tersebut berisiko memicu “spiral penurunan yang berbahaya.” Mereka menegaskan ancaman tarif merusak hubungan transatlantik.

Selain itu mereka menyatakan solidaritas penuh kepada Kerajaan Denmark dan rakyat Greenland. Sebagai anggota NATO, mereka juga menekankan komitmen untuk memerkuat keamanan Arktik sebagai kepentingan bersama.

Dalam unggahan di Facebook, dikutip BBC dan dilansir Metrotvnews.com pada Senin, 19 Januari 2026, Frederiksen menyatakan Eropa menginginkan kerja sama dan tidak mencari konflik, seraya menekankan, Eropa akan berdiri teguh pada nilai-nilai fundamental yang membentuk komunitas Eropa.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan telah melakukan panggilan telepon dengan Frederiksen, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, sebelum berbicara dengan Donald Trump.

Kantor Starmer menyatakan bahwa Inggris menilai keamanan wilayah Greenland sebagai prioritas seluruh anggota NATO dan menilai penerapan tarif terhadap sekutu demi keamanan kolektif adalah tindakan yang keliru.

Trump sebelumnya mengancam tarif 10% atas barang dari 8 negara mulai 1 Februari, yang dapat meningkat hingga 25% dan berlaku sampai tercapai kesepakatan. Ia kembali menegaskan pentingnya Greenland bagi keamanan AS, dengan menyatakan Washington dapat memperoleh wilayah itu “dengan cara mudah” atau “cara keras.”

Greenland meski berpenduduk jarang namun kaya sumber daya. Letaknya di antara Amerika Utara dan kawasan Arktik, yang membuatnya strategis untuk sistem peringatan dini rudal serta pemantauan lalu lintas kapal di kawasan tersebut. (net/mtnc/bbc/fb/kim/smr)

Pos terkait