Kepala sekolah di wilayah Tanjung Raya, Kabupaten Agam, mengapresiasi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti atas bantuan dalam penanganan dampak bencana banjir bandang yang melanda sejumlah sekolah di Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Semarak.co – Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tanjung Raya Mirna Zulfianti mengatakan, banjir bandang membawa material lumpur, pasir, dan batu hingga merusak ruang laboratorium serta menggenangi tujuh ruang kelas di lantai bawah, perpustakaan, dan ruang kepala sekolah.
“Kami sangat bersyukur adanya bantuan cepat dari Kemendikdasmen. Bantuan ini sangat berarti untuk memulai kembali pemulihan fasilitas sekolah serta mendukung keberlanjutan pembelajaran siswa,” tutur Mirna, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Minggu malam (7/12/2025).
Hal senada disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Tanjung Raya, Sulastri. “Alhamdulillah, bangunan kami tidak roboh, tetapi kondisi sekolah sangat memprihatinkan. Bantuan kementerian menjadi penyemangat besar untuk segera bangkit dan mulai berbenah,” tuturnya.
Dampak serupa juga dirasakan Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Raya Lydia Ningsih. Ia mengatakan, kerusakan pada ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang multimedia, ruang wakil kepala sekolah, ruang guru, dan perpustakaan yang terendam lumpur setinggi 30–60 cm.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri atas bantuan yang diberikan, dan perhatian terhadap siswa yang terdampak serta keluarganya. Bantuan ini sangat membantu kami untuk tetap menjaga keberlangsungan pembelajaran di tengah kondisi sulit,” ujar Lydia.
Lydia menambahkan, bantuan Kemendikdasmen tidak hanya meringankan beban pemulihan infrastruktur, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi para guru dan siswa yang saat ini tengah berjuang bangkit dari bencana.
Mendikdasmen Tinjau Kondisi Pembelajaran Darurat di SMPN 1 Tanjung Raya Agam
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung kondisi pembelajaran darurat di SMPN 1 Tanjung Raya, salah satu sekolah yang terdampak banjir di Kabupaten Agam.
Mu’ti turut berpartisipasi dalam kelas psikososial yang diselenggarakan untuk peserta didik pada jenjang PAUD hingga SMK. Kelas psikososial yang berlangsung di area tenda darurat dan ruang kelas berjalan dalam suasana hangat dan ceria.
Pendamping psikososial mengajak anak-anak bernyanyi, mendongeng untuk murid PAUD, hingga permainan sederhana untuk mengembalikan rasa aman dan keceriaan setelah bencana. Keikutsertaan Mendikdasmen dalam sesi tersebut membuat suasana semakin hidup.
Mu’ti tampak akrab berinteraksi dengan para murid. Ia mengajak anak-anak berhitung, berperan menjadi harimau saat mendongeng, hingga berdialog mengenai perilaku baik seperti saling menolong, tidak nakal, dan berani tersenyum.
“Anak-anak semuanya harus jadi anak yang baik, saling membantu, sayang kepada teman, sayang kepada ayah dan bunda, dan tetap ceria meskipun situasi seperti saat ini,” ujar Mu’ti yang disambut tawa riang para murid.
Beberapa siswa PAUD juga antusias menceritakan cita-cita mereka, ada yang ingin menjadi menteri, dokter, polisi, hingga pendongeng. Dengan sabar Mu’ti mendengarkan satu per satu sambil memberikan apresiasi. “Hebat sekali anak-anak ini. Tetap semangat belajar, bangun pagi, dan jangan lupa selalu saling menyayangi,” pesannya.
Kelas kemudian ditutup dengan nyanyian bersama yang dipimpin oleh pendamping psikososial, menjadikan suasana yang semula tegang akibat bencana berubah menjadi lebih nyaman, aman, dan optimistis.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Mendikdasmen secara simbolis juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, termasuk dukungan bagi guru dan sekolah terdampak.
Kemendikdasmen menyalurkan paket school kit untuk peserta didik, family kit untuk guru, paket sembako, serta tenda sekolah darurat yang digunakan untuk memastikan kelanjutan pembelajaran. Beberapa tenda telah berdiri dan dimanfaatkan sebagai ruang kelas sementara bagi murid yang digunakan untuk program psikososial.
Menurut Mendikdasmen, Pogram psikososial ini merupakan komitmen Kemendikdasmen dalam memastikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan sarana fisik, tetapi juga pada pemulihan kesehatan mental dan emosional peserta didik. (hms/smr)





