RUU Koperasi Sebuah Keniscayaan

157

Opini oleh Ferrari Romawi, Sekretaris Majalis Pakar Dekopin

Hingar bingar berita di media online dan cetak tentang koperasi merupakan bentuk paradoksal yang luar biasa. Pasca di batalkanya UU No. 17 Tahun 2012 oleh MK, koperasi tidak mempunyai UU yang kuat karena sifat UU No. 25 Tahun 1992 menjadi sementara, sambil menunggu lahirnya UU baru.

Tidak ada dampak perubahan mendasar bagi kehidupan koperasi. Koperasi berjalan sebagaimana biasanya tidak ada gejolak yang mematikan atau memperbesar volume usaha koperasi.

Fakta kehidupan koperasi tidak berpengaruh atas keberadaan UU. Studi di negara berkembang seperti Indonesia sebauh UU mempunyai kekuatan mengikat pun seakan menjadi tidak penting.

Benturan Kepentingan

Berita tentang penolakan RUU Koperasi yang dilakukan oleh sekelompok gerakan koperasi mempunyai dimensi yang lucu. Berbagai alasan atas penolakan tersebut bersifat sumir dan subjektif karena  1) draft RUU dianggap tidak membangun demokrasi ekonomi, 2) memasalahkan lembaga gerakan koperasi yang dianggap tunggal dan menggunakan dana anggaran negara,

Lalu 3), menganggap koperasi menjadi subordinasi pelaku usaha lain. Itu alasan kelompok yang menolak RUU koperasi. Fenomena yang muncul atas kondisi itu garis penolakan terkanal pada salah satu kekuatan koperasi yang berada pada faksi tertentu di kanal tersebut.

Saya tidak menyebutkan gerakan koperasi tersebut, sebab saya bangga dg komunitas koperasi tersebut, sehingga saya tahu sedikit tentang faksi-faksi di gerakan koperasi tersebut. Keterlibatan pihak luar atas dinamika penolakan RUU koperasi tidak mendapatkan respon yang signifikan.

Ditenggarai oleh beberapa pihak dinamika tersebut dimanfaatkan oleh kekuatan pemodal yang sudah nyaman dan mapan membangun kekuatan bisnisnya dengan badan usaha koperasi. Sehingga mereka tidak mau menggunakan RUU ini karena akan merugikan kepentingannya.

Bagi koperasi yang seperti ini anggota hanya sebagai pelengkap bukan tujuan akhir untuk kesejahteraanya. Dalam prinsip keadilan dan pemerataan ekonomi ini sudah jauh melenceng dari tujuan kesejahteraan anggota.

RUU Koperasi Terbaik Sepanjang Sejarah

Untuk menjawab persepsi yang di bangun diatas, maka saya akan menjawab bahwa RUU koperasi ini lebih baik dan lebih lengkap di banding UU koperasi yang pernah ada di negeri ini baik UU 12 Tahun 1967, UU 25 Tahun 1992 dan UU 17 Tahun 2012 yang dibatalkan oleh MK.

Draft RUU ini menempatkan koperasi sebagaimana harusnya, yaitu 1) koperasi dibangun oleh anggota dan dibesarkan oleh anggota, koperasi boleh menjalankan usaha apa saja tanpa di batasi kecuali koperasi simpan pinjam, 2) definisi mengikuti definisi ICA dengan penambahan sesuai budaya bangsa,

Selanjutnya 3) permodalan diatur secara jelas tegas dan lengkap yang memberikan ruang koperasi untuk mendapatkan modal dari siapapun baik anggota maupun diluar anggota selama untuk pengembangan bisnis, 4) penegasan koperasi simpan pinjam hanya melayani anggota.