Keunggulan sistem pertahanan udara berlapis milik Zionis Israel kini mulai dipertanyakan. Keraguan ini muncul setelah dua rudal balistik Iran berhasil menembus pengamanan ketat dan menghantam permukiman penduduk di Dimona serta Arad pada Sabtu (21/3/2026) malam.
Semarak.co – Hanya sedikit lokasi di negara Israel yang terlindungi lebih baik ketimbang fasilitas penelitian nuklir dan reaktor utama Iran yang kabarnya berjarak delapan mil dari kota Dimona di Gurun Negev selatan, Republik Iran.
Kegagalan pencegatan ini memicu kekhawatiran mengenai stok rudal pertahanan Israel yang diduga mulai menipis. Dikutip dari New York Times dan dilansir Kompas.com pada 23/3/2026, para pejabat militer Israel mengatakan, mereka sedang menyelidiki apa yang salah tetapi bungkam tentang detailnya.
Meski militer mengklaim tingkat keberhasilan pencegatan rudal Iran mencapai di atas 90%, para ahli mengingatkan, tidak ada sistem yang benar-benar kedap 100%. “Dimona dilindungi sistem berlapis buatan Israel dan AS, tetapi tidak ada yang sempurna,” ujar Ran Kocha.
Brigadir jenderal cadangan dan mantan komandan pasukan pertahanan udara Israel, mengatakan hal itu saat mengunjungi lokasi terdampak pada Minggu (22/3/2026). Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengimbau warga untuk selalu mematuhi peringatan dini dan segera menuju bungker.
Namun, dia tidak memberikan penjelasan apa pun atas kegagalan pencegatan tersebut. Juru bicara utama militer, Brigjen Effie Defrin mengatakan, kegagalan di Arad dan Dimona tidak saling terkait. Iron Dome Israel adalah elemen pertahanan rudal Israel yang paling dikenal luas.
Tetapi itu hanyalah komponen yang dirancang terutama untuk menghentikan rudal jarak pendek dari Hamas. Jawaban paling canggihnya terhadap rudal balistik adalah Arrow 3, sistem rudal anti-balistik yang dikembangkan oleh Israel dan AS.
Dirancang mencegat target di wilayah ruang angkasa tepat di luar atmosfer bumi. Sistem THAAD buatan AS juga dikerahkan di Israel. Kini, untuk meningkatkan pilihan dan mengoptimalkan sumber dayanya, Israel berupaya memerkuat cakupan dan jangkauan sistem pencegatnya yang lebih hemat biaya dan lebih mudah didapatkan.
“Ini adalah upaya untuk memerluas kemampuan sistem pertahanan udara tingkat bawah, Iron Dome dan David’s Sling,” kata Kochav. Sistem Arrow 3 telah menjadi sorotan karena pencegatnya mahal dan memakan waktu untuk diproduksi, yang berarti penggunaannya harus dilakukan dengan bijaksana.
Media Israel, yang beroperasi di bawah kendali ketat sensor militer, melaporkan Arrow 3 tidak dikerahkan untuk melawan rudal yang menghantam Arad dan Dimona. Menjelang akhir perang 12 hari Juni lalu, beberapa pihak dalam lembaga keamanan Israel menyuarakan kekhawatiran.
Antara lain tentang stok rudal pertahanan udara sebelum Iran menghabiskan persenjataan balistiknya. Israel harus menghemat penggunaan pencegatnya dan memprioritaskan pertahanan daerah padat penduduk dan infrastruktur strategis.
Pihak militer membantah laporan baru-baru ini yang menyatakan, mereka kehabisan pencegat rudal telah bersiap untuk pertempuran yang berkepanjangan. Dalam sebuah pernyataan pekan lalu, mereka mengatakan sedang memantau situasi dan sampai saat ini tidak ada kekurangan.
Namun, semakin lama perang berlangsung, semakin besar pula tekanan yang akan dirasakan. Direktur jenderal Kementerian Pertahanan Israel, Amir Baram melakukan perjalanan ke Washington bulan ini untuk meminta lebih banyak rudal pencegat dan amunisi.
Menurut tiga pejabat Israel yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah sensitif. Belum jelas apakah AS telah setuju untuk memberikan lebih banyak. “Ini bukan seperti tong tanpa dasar,” kata Jenderal Kochav tentang persediaan rudal pencegat Israel.
“Ketika kita melakukan pencegatan, kita juga harus memikirkan pertempuran di hari berikutnya,” katanya. Sekitar 175 orang terluka dalam dua serangan rudal di Arad dan Dimona, Israel, setidaknya 10 di antaranya luka serius, menurut layanan darurat dan kesehatan.
Banyak penghuni bangunan di wilayah tersebut di atas yang hancur berhasil mencapai tempat perlindungan dari serangan bom, sehingga mencegah bencana yang lebih besar. Hal tersebut dikatakan menurut pejabat setempat. (net/kpc/tnyt/kim/smr)





