Ribut dengan IRGC, Presiden Iran diklaim Mengundurkan Diri

Pihak berwenang Republik Islam Iran membantah laporan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengundurkan diri sebagai protes atas dominasi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pengambilan keputusan negara di masa perang.

Semarak.co – Sebuah laporan media yang berbasis di Inggris mengklaim bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengajukan pengunduran diri sebagai protes atas dominasi tak terkendali IRGC dalam pengambilan keputusan masa perang.

Namun, pihak berwenang Iran membantah klaim tersebut. Iran International yang berbasis di Inggris melaporkan bahwa Presiden Pezeshkian telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Menurut laporan itu, Pezeshkian mengatakan bahwa pemerintah terpilih secara efektif telah dikecualikan dari proses pengambilan keputusan penting di negara itu dan bahwa kekosongan yang diciptakan situasi ini telah memungkinkan faksi garis keras di IRGC untuk mengambil kendali urusan negara.

Mengutip sumber pemerintah, Tasnim News Agency yang berafiliasi dengan IRGC seperti dilansir SindoNews.com pada 1 Juni 2026, melaporkan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian belum mengundurkan diri dan terus menjalankan tugasnya dengan baik.

Secara terpisah, Seyed Mehdi Tabatabaei, wakil kepala komunikasi dan informasi di kantor presiden, juga membantah laporan Iran International dalam sebuah unggahan di media sosial X. Dia  mengatakan bahwa Pezeshkian tidak akan mundur dari pengabdian kepada rakyat.

“Penyebaran rumor oleh jaringan asing yang tidak terhormat itu merupakan kelanjutan dari permainan media yang menggelikan sebelumnya. Mereka telah menerbitkan angan-angan mereka sendiri sebagai pengganti kenyataan,” tulis Tabatabaei, pada hari Senin (1/6/2026).

“Presiden Pezeshkian tidak akan mundur dari pengabdian kepada rakyat, sebagaimana bangsa Iran tidak akan mundur dari jalan solidaritas dan perlawanan. Mereka akan membawa keinginan mereka untuk menghancurkan persatuan bangsa Iran sampai ke liang kubur,” imbuhnya.

Laporan Iran International mengklaim mengutip sumber Iran, yang mengklaim bahwa Pezeshkian telah menyerahkan surat pengunduran diri resmi kepada Kantor Pemimpin Tertinggi, di mana dia mengatakan bahwa di bawah dominasi IRGC dalam pengambilan keputusan.

Ia tidak mampu menjalankan pemerintahan dan melaksanakan tanggung jawab hukumnya dan karena alasan itu, dia meminta untuk segera mengundurkan diri. Hal ini menambah laporan berbulan-bulan yang mengklaim adanya ketegangan antara pemerintah dan lembaga militer-keamanan Republik Islam.

Sebelumnya, sebuah laporan The New York Times mengklaim bahwa sekelompok kecil pria elite di posisi senior, yang sebagian besar adalah komandan senior IRGC saat ini atau mantan, memandu pengambilan keputusan di pemerintahan Republik Iran.

“Para pejabat senior Iran menyatakan bahwa semua masalah penting dijalankan oleh pewaris berusia 56 tahun itu. Namun, pengambilan keputusan melampaui satu orang,” tulis The New York Times, menambahkan bahwa para pejabat itu adalah “sekelompok saudara yang tangguh”.

Bahwa para pejabat itu adalah “sekelompok saudara yang tangguh”, yang juga berpengalaman utamanya  adalah ketika perang brutal delapan tahun antara Republik Islam Iran dan Irak yang dimulai pada tahun 1980 silam. (net/snc/tnyt/tna/ii/x/kim/smr)