Pusbang Kemendukbangga Aan Sebut Pemimpin Agama Punya Peran Penting pada Program KB

Webinar “Peran Pemimpin Agama dalam Program Keluarga Berencana” yang dilaksanakan secara daring, Rabu (27/08/2025).

Pemimpin agama dalam program keluarga berencana (KB) memiliki peran penting. Mereka tidak hanya memiliki pengaruh yang besar tetapi juga merupakan tokoh kepercayaan dalam komunitasnya.

Semarak.co – Hal itu dikatakan Kepala Pusat Pengembangan Kependudukan (Pusbang) Kemendukbangga /BKKBN Aan Witoko pada webinar “Peran Pemimpin Agama dalam Program Keluarga Berencana” yang dilaksanakan secara daring, Rabu (27/08/2025).

Bacaan Lainnya

“Keterlibatan mereka sangat penting dalam mengatasi kesalahpahaman seputar keluarga berencana dan mengadvokasi terkait kesehatan reproduksi sebagai aspek fundamental kesejahteraan keluarga,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Rabu malam (27/8/2025).

Pemimpin agama memiliki peran penting meruntuhkan hambatan budaya dan stigma terkait keluarga berencana. Mereka efektif mengkomunikasikan pentingnya keluarga berencana dalam menjamin kesejahteraan ibu dan anak. Sekaligus menekankan Islam mendorong kesejahteraan dan kesehatan keluarga.

Aan menambahkan, melalui upaya mereka, bangsa ini telah menyaksikan transformasi persepsi publik, yang mengarah pada penerimaan dan pemanfaatan layanan keluarga berencana yang lebih besar.

Di beberapa negara, masih terdapat tantangan dalam melibatkan para pemimpin agama dalam program keluarga berencana, Kondisi ini terjadi karena sensitivitas budaya dan agama seringkali menyebabkan penolakan atau keraguan dalam mendukung inisiatif tersebut secara terbuka.

Director General, Population Program Wing, Ministry of National Health Service, Regulation and Coordination, Pthe Government of Pakistan and Dignitaries of Government of Pakistan Sabhana, mengapresiasi Kemendukbangga/BKKBN dan UNFPA dalam pelaksanaan kegiatan SSTC.

Menurutnya, SSTC sangat efektif untuk meningkatkan kapasitas dalam menjalankan program keluarga berencana. “Untuk mengelola penduduk Pakistan yang mencapai 250 juta orang, diperlukan pendekatan yang holistic dan terintegrasi,” ujarnya.

Pihaknya  juga fokus meningkatkan akses kontrasepsi karena sekitar 17 persen orang di Pakistan ingin menggunakannya tetapi menghadapi tantangan karena masalah ketersediaan dan aksesibilitas. (hms/smr)

Pos terkait