Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggelar kegiatan ‘Melukis Bersama Anak Terdampak Bencana’ yang diikuti 50 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis, 7 Mei 2026.
Semarak.co – Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu mengatakan, kegiatan ini mengusung tema ‘Harapan Baru’, sebagai bentuk pemulihan psikososial bagi anak-anak dalam mengekspresikan emosi dan menumbuhkan kembali semangat untuk bangkit.
“Pemulihan tidak hanya tentang membangun kembali tempat tinggal, tetapi juga membangun kembali semangat, rasa percaya diri, dan mimpi anak-anak. Melalui seni, anak-anak memiliki ruang aman untuk pulih, menyalurkan rasa, serta menumbuhkan harapan baru,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Rabu (13/5/2026).
Yuke menambahkan, subsektor seni rupa dan seni pertunjukan sebagai bagian dari subsektor ekraf memiliki kekuatan strategis memberi ruang pulih dan ruang tumbuh bagi masyarakat. Pemerintah terus menjalin kolaborasi lintas subsektor demi pemulihan bencana melalui penguatan mental masyarakat.
Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar, menyampaikan bahwa kegiatan ini turut menjadi bagian dari strategi penguatan peran ekonomi kreatif di tengah masyarakat untuk membantu pemulihan pascabencana secara berkala di Aceh Tamiang.
“Kegiatan melukis bersama yang dilaksanakan Kementerian Ekraf diyakini sebagai perwujudan dari seni yang tak hanya sarana kreativitas saja, tetapi juga dapat menjadi jalan pemulihan, penguatan mental, dan penumbuh harapan berkelanjutan bagi masyarakat yang sedang bangkit dari bencana,” ujarnya.
Kegiatan ini semakin mempertegas ekonomi kreatif yang tak sekadar mesin pertumbuhan ekonomi nasional dari daerah, melainkan juga instrumen pembangunan manusia-manusia kuat yang mampu membangkitkan ketahanan sosial dan menghidupkan kembali harapan masyarakat Indonesia pascabencana.
Selain kegiatan melukis, 50 peserta juga memperoleh perlengkapan sekolah, seminar kit, serta apresiasi bagi karya inspiratif terbaik sebagai bentuk dukungan moral dan motivasi supaya anak-anak terus berkarya.
Dalam kegiatan, ada pendampingan juga yang dilakukan oleh komunitas seni lokal Workshop Balas Budi untuk memberi momen bagi anak-anak menceritakan harapan mereka ke dalam lukisan yang penuh warna.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Aceh Tamiang Muhammad Farij mengapresiasi Kementerian Ekraf dalam menghadirkan program pemulihan berbasis kreativitas bagi masyarakat Aceh Tamiang, khususnya gelora berkarya dalam lukisan dari tangan kreatif anak-anak.
“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga terdampak bencana. Tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga membuka ruang pemulihan yang menguatkan mental, menumbuhkan semangat, dan mempercepat kebangkitan bersama,” jelasnya. (hms/smr)





