Promo Akhir Tahun dengan Harga Terjangkau dan Jaminan Jaringan Internet Stabil, IndiHome Targetkan 8,5 Juta Pelanggan

Vice President (VP) Marketing Management Telkom Edie Kurniawan (tengah) bersama OV Consumer Assurance Telkom Suparwiyanto saat menjadi narasumber Webinar Media Briefing Program IndiHome Semua Bisa Berubah Maju yang diselenggarakan Humas Telkom dari Jakarta melalui aplikasi zoom meeting, Rabu (21/10/2020). Foto: heryanto

Indonesia Digital Home (IndiHome), salah satu produk layanan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menargetkan 8,5 juta pelanggan hingga akhir tahun. Untuk mencapai itu, IndiHome menggelar promo akhir tahun dengan harga terjangkau dan jaminan jaringan internet stabil hingga akhir tahun 2020.

semarak.co-Program promo akhir tahun dengan tajuk Semua Bisa Berubah Maju memberikan pelanggan meraih saldo LinkAja Rp50 ribu, undian 30 notebook, bonus 60 channel TV dan kupon Undian IndiHome Miliarder 2020.

Bacaan Lainnya

Promo tersebut bisa memberikan kecepatan internet up to 300 Mbps, tayangan TV berkualitas dan bonus 60 channel TV pilihan selama satu bulan, berbincang melalui sambungan telepon jernih dengan kerabat selama 300 menit, serta bebas pilih bonus dari IndiHome.

seperti diketahui, pandemi COVID-19 berdampak negatif semua kegiatan yang tatap muka seperti transaksi layanan atau perkantoran dan proses belajar mengajar harus dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online. Utamanya kegiatan jasa layanan untuk mencegah penularan virus COVID-19.

Dengan keadaan seperti itu, layanan internet tentu sangat dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas dengan kebiasaan baru dengan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia layanan internet di Indonesia, salah satunya IndiHome.

Vice President (VP) Marketing Management Telkom Edie Kurniawan mengatakan, IndiHome sebagai penyedia layanan internet memastikan ketersediaan infrastuktur yang terus ditingkatkan untuk menjawab tantangan itu.

“Jadi, dengan adanya peningkatan penggunaan internet, IndiHome mampu memberikan kualitas pelayanan dan layanan internet secara optimal,” ujar Edie saat menjadi narasumber Webinar Media Briefing Program IndiHome Semua Bisa Berubah Maju yang diselenggarakan Humas Telkom dari Jakarta melalui aplikasi zoom meeting, Rabu (21/10/2020).

Sejak adanya COVID-19, kata Edie, pihaknya terus meningkatkan pelayanan. Sebagai contoh, para teknisi IndiHome yang bertugas ke rumah-rumah dibekali dengan baju APD (alat pelindung diri), jadi tidak menganggu kenyamanan masyarakat. Petugas berbaju merah ini luar dalam ini pun mudah ditemukan di pinggir-pinggir jalan.

Program Semua Bisa Berubah Maju, kata Edie, IndiHome memberi paket khusus bagi pelajar untuk kegiatan belajar mengajar. Dalam paket Paket Learning From Home, bertujuan belajar online dari rumah semakin lancar dengan koneksi internet yang stabil.

“Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di rumah, IndiHome memberikan paket Dual Play dengan jaringan stabil dengan harga Rp169 ribu per bulan mendapatkan internet 10Mbps dan telepon rumah 50 menit,” imbuh Edie.

Selain itu, rinci dia, ada Triple Play dengan harga Rp199 ribu dapat 10Mbps, telepon rumah 50 menit, dan TV Interaktif. Promonya, pelanggan dapat gratis 1 bulan berlangganan dan akses gratis 1 bulan untuk add-on IndiHome Study.

Selain itu, lanjut Edie, IndiHome juga bekerja sama dengan beberapa kampus untuk mendukung belajar jarak jauh. Dengan paket itu, akses internet ke kampus telah terbuka tanpa memotong kuota data. Selain itu, ada penambahan 50GB batas FUP untuk mendukung WFH pelanggan existing IndiHome.

Kini, sudah ada 94 Universitas di Indonesia yang bekerjasama dengan IndiHome. “Kini, Indihome memiliki 7,5 juta pelanggan di Indonesia dengan target sampai akhir tahun sebesar 8,5 juta pelanggan,” ujarnya.

OV Consumer Assurance Telkom Suparwiyanto menambahkan, adanya layanan serta paket internet tersebut, IndiHome terus meningkatkan kualitas koneksi internet. Bahkan, IndiHome memanfaatkan teknologi untuk mengetahui kebutuhan pelanggan.

“Jaringan IndiHome sudah masuk dalam kategori modernisasi bahkan IndiHome menggunakan teknologi BigData dan IoT untuk mengetahui kebutuhan pelanggan. Teknologi itu juga membuat IndiHome lebih proaktif jika terjadi masalah jaringan pada suatu area tertentu. Jadi, penanganan bisa lebih cepat,” tutur Parwi, sapaan akrabnya.

Untuk mencapai target tersebut, lanjut Parwi, perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, termasuk penambahan jaringan dan kapasitas layanan.

“Beberapa di antaranya dengan menerapkan langkah proaktif dan preventif. Langkah proaktif yang dimaksud, yaitu dari internal telah memiliki sistem yang mana dapat mengetahui jaringan di mana saja yang kurang baik.

“Artinya sebelum pelanggan menyampaikan keluhan kami sedapat mungkin menyelesaikan/memperbaiki segala potensi masalah yang menyangkut jaringan dan layanan,” imbuhnya.

Indihome telah tersedia di 490 Kabupaten/Kota di Tanai Air atau sekitar 95% dari 519 Kabupaten/Kota Indonesia. Penetrasi itu disebutnya sebagai wujud komitmen Telkom dalam menyediakan infrastruktur telekomunikasi dan data ke seluruh wilayah Indonesia. “Hampir 95 persen Kabupaten di Indonesia sudah ter-cover jaringan fiber optik IndiHome,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, Telkom juga melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan jaminan layanan minimal selama 2 bulan kepada pelanggan. Sejalan dengan pengembangan kualitas dan jaringan pihaknya juga membidik pertumbuhan pelanggan. Hingga tutup tahun, Indihome membidik memiliki 8 juta – 8,5 juta pelanggan. “Saat ini, jumlah pelanggan kami 7,8 juta,” tuturnya.

Edie menambahkan, selama masa pandemic COVID-19 ini pihaknya mencatat adanya kenaikan usage hingga 120% dengan peningkatan trafik 60%. Adapun kenaikan tertinggi terjadi dari akses video streaming dan sosial media yang naik 2x lipat.

Sementara, untuk pertumbuhan pelanggan baru meningkat 26% dibandingkan sebelum pandemi. “Kami selalu memberikan layanan yang dibutuhkan pelanggan, teknisi kami juga sudah dibekali APD bahkan saat awal PSBB mereka sampai masuk ke zona merah demi mendukung akses belajar jarak jauh,” tutupnya. (smr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *