Presiden AS Joe Biden mengenakan setangkai daun shamrock selama konferensi video bilateral dengan Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin dari Kantor Oval di Gedung Putih di Washington, AS, 17 Maret 2021. Foto: tempo.co di internet

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mantap untuk menarik pasukan militer AS dari Afganistan. Menurut Biden, masyarakat Afganistan harus memutuskan sendiri masa depan mereka sendiri dan Amerika tidak akan menyerahkan generasi mudanya ke dalam peperangan.

semarak.co-Biden sangat yakin militer Afganistan memiliki kemampuan untuk mengusir militan Taliban. Dia pun menolak laporan yang memprediskikan pemerintahan Afganistan yang di dukung Amerika Serikat akan runtuh dalam tempo enam bulan di tengah peringatan bakal terjadinya perang sipil.

Biden saat ini sudah menentukan bahwa 31 Agustus 2021 akan menjadi penarikan gelombang terakhir pasukan militer Amerika Serikat di Afganistan. Amerika Serikat hanya akan menyediakan sekitar 650 pasukan di Afganistan yang bertugas untuk mengamankan kantor kedutaan besar Amerika di Ibu Kota Kabul.

Amerika Serikat juga akan memindahkan para penterjemah bahasa ke tempat yang lebih aman. Biden mengatakan pihaknya sudah lama skeptis dengan penempatan pasukan militer Amerika Serikat di Afganistan selama 20 tahun ini.

Amerika Serikat sudah lama mencapai tujuan awalnya, yakni menginvasi Afganistan pada 2001 silam untuk menumpas militan al-Qaeda dan mencegah mereka melakukan serangan berikutnya ke Negeri Abang Sam seperti serangan teror pada 11 September 2001.

Dalang serangan teror pada 11 September 2001 adalah Osama bin Laden, yang sudah terbunuh ditangan satu tim militer Amerika Serikat. Osama terbunuh di sebuah wilayah di Pakistan pada 2011 silam.

“Berapa banyak lagi putra dan putri Amerika Serikat yang akan ditempatkan pada risiko? Berapa lama Anda akan membiarkan mereka bertahan di Afganistan?” kata Biden Jumat, 9 Juli 2021 11:00 WIB.

Mengutip republika.co.di/Kamis 08 Jul 2021 20:05 WIB, sebuah jajak pendapat yang dilakukan Ipsos pada April 2021 lalu memperlihatkan sebagian besar masyarakat Amerika Serikat mendukung keputusan Biden, yakni menarik pasukan militer negara itu dari Afganistan.

Dalam jajak pendapat itu terungkap pula ada sekitar 28 persen responden setuju Amerika Serikat sudah mencapai tujuannya di Afganistan dan 43 persen responden berpandangan penarikan pasukan militer tersebut sekarang ini, sama dengan mambantu al-Qaeda.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan akan membahas masalah Afghanistan pada Kamis waktu setempat. Ia membahas Afghanistan beberapa hari setelah pasukan Amerika ditarik keluar dari pangkalan militer utama mereka di Bagram 20 tahun setelah memasuki negara itu.

Biden membuat pernyataan itu kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya apakah dia khawatir Kabul akan jatuh dalam menghadapi serangan Taliban yang meningkat. RI Jadi Pendapatan Menengah Bawah, Ini Kata Stafsus Presiden Kekacauan Landa Haiti Pascapembunuhan Presiden Jovenel Moise Mantan Presiden Afsel Serahkan diri ke Lapas.

Keberangkatan diam-diam pasukan Amerika dari Pangkalan Udara Bagram di utara Kabul pada Jumat mengakhiri secara efektif perang terpanjang dalam sejarah AS. Biden mengatakan pada Jumat bahwa beberapa pasukan Amerika masih akan berada di Afghanistan sampai September sebagai bagian dari penarikan rasional dengan sekutu.

“Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Biden akan berbicara tentang upaya penarikan berkelanjutan kami dan bantuan keamanan dan kemanusiaan yang berkelanjutan” kepada rakyat dan militer Afghanistan pada Kamis sore” kata Psaki.

Pada Kamis pagi, Biden akan bertemu dengan tim keamanan nasionalnya untuk menerima pemutakhiran tentang kemajuan penarikan dari Afghanistan. (net/rep/smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here