Senjata makan tuan, dimana iron dome untuk menyerang Gaza Palestina sebabkan tentara Israel terkena kanker. Foto: internet

Dewan hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menggelar pertemuan virtual membahas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel di wilayah jajahannya Tepi Barat dan Yerusalem Timur Tanah Palestina.

semarak.co-Israel memboikot pertemuan ini. Sementara Amerika serikat (AS) yang merupakan sekutu terdekat Israel tidak tampil sebagai pembicara dalam pertemuan ini.

Pelapor khusus PBB tau penyelidik untuk urusan Ham PBB di wilayah pendudukan Palestina Michael Lynk, Jumat (9/7/2021) menyatakan, Israel terus mengabaikan hukum internasional dengan menambah permukiman yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Lynk berbicara pada sesi Dewan HAM PBB di Jenewa, Jumat (9/7). Sesi itu diboikot oleh Israel yang tidak mengakui mandatnya atau bekerja sama dengannya. Michael Lynk menilai permukiman liar Israel di Tepi Barat merupakan kejahatan perang.

Dia menyerukan komunitas internasional untuk menjelaskan kepada Israel bahwa pendudukan ilegal tidak dapat bebas begitu saja Saat ini permukiman yahudi di kedua wilayah tersebut hampir berjumlah 300.

adahal Tepi Barat dan Yerusalem adalah daerah jajahan Israel. Hukum internasional melarang pihak penjajah menempatkan populasi warganya di wilayah jajahannya. Banyaknya jumlah permukiman yahudi yang melanggar aturan internasional ini, menurut Michael Lynk bisa dikategorikan sebagai tindak kejahatan perang.

Lynk menambahkan Israel tidak boleh dibiarkan bebas atas pelanggaran ini. “Saya menyimpulkan bahwa permukiman Israel merupakan kejahatan perang,” kata Lynk seperti dikutip laman Middle East Monitor, Sabtu (10/7/2021) seperti dilansir tvonenews.com/Sabtu, 10 Juli 2021 – 12:49 WIB.