Babak gugur 32 Besar Piala Dunia 2026 sudah hampir berakhir. Tim Nasional Portugal yang dipimpin kapten tim, sang megabintang Cristiano Ronaldo, berhasil lolos ke babak 16 Besar usai membenamkan perlawanan Kroasia 2-1, tadi pagi, 08.00 WIB, Jumat 3 Juli 2026.
Semarak.co – Dilansir Cnnindonesia.com (3/7/2026), Goncalo Ramos membawa Portugal unggul 2-1 dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Portugal menaklukkan Kroasia 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Toronto, Kamis (2/7) atau Jumat (3/7) WIB.
Babak pertama berakhir dengan skor 0-0 dengan Ronaldo dibuat frustrasi oleh pertahanan kuat yang diperagakan Kroasia. Sedangkan pada babak kedua tercipta tiga gol dengan Portugal unggul 2-1 dan sukses lolos ke babak 16 besar.
Dalam laga babak pertama, pasukan Portugal yang mengenakan seragam (jersey) putih-putih langsung menekan pertahanan Kroasia. Adapun Kroasia yang juga memakai seragam tandang, biru-biru, lebih memilih main menunggu.
Pada menit keempat, peluang pertama Portugal pun tercipta. Berawal dari umpan Rafael Leao, Bruno Fernandes melepas tembakan datar, tetapi bisa ditepis oleh kiper Kroasia. Bola muntah ditembak lagi, tapi masih membentur kaki bek si biru-biru.
Dua menit berselang giliran Cristiano Ronaldo yang mendulang peluang bagus. Umpan silang Pedro Neto yang tepat sasaran, tetapi gagal dijangkau oleh kepala Ronaldo. Namun bek-bek Kroasia yang sudah siaga juga tak bisa menjangkau.
Seusai jeda hydration break, Ronaldo kembali mendapat peluang untuk mencetak gol. Umpan Neto tepat di muka gawang dekat Ronaldo, tetapi tak kena saat hendak disambut CR7. Bertubi-tubi serangan diciptakan Portugal, setiap peluang itu menguap begitu saja.
Lini depan Portugal, utamanya Ronaldo, seperti kurang beruntung dalam laga ini. Selepas turun minum, Kroasia mulai berani keluar menggebrak. Mateko Kovacic hampir membobol gawang Portugal pada ment ke-47, namun Diogo Costa dengan sigap membuang tembakan Kovacic.
Pada menit ke-53, umpan Josip Stansic ditanduk bek Portugal, tetapi jatuh ke Ivan Perisic. Pemain PSV Eindhoven itu dengan tenang menendang bola yang tidak bisa dijangkau Diogo Costa. Situasi ini membuat Portugal tertekan. Portugal kembali kebobolan pada menit ke-56.
Beruntung gol itu langsung dianulir wasit karena sudah didahului gerakan offside. Gol penyeimbang Portugal tercipta pada menit ke-68. Penalti didapat setelah Renato Veiga ditarik jatuh Nikola Vlasic saat sepak pojok. Usai meninjau VAR, wasit memutuskan titik putih penalti.
Megabintang bernomor punggung tujuh, Cristiano Ronaldo, pun ditunjuk pelatih menjadi algojo 12 pas. Dengan dingin, pemain 41 tahun tersebut mengecoh kiper Kroasia. Livakovic bergerak ke kanan, sedangkan eksekuski Ronaldo ke tengah.
Dalam sebuah gelombang serangan, Kroasia lewat Kovacic hampir mencetak gol. Sayang tendangan voli pengguna nomor punggung delapan tersebut masih bisa ditepis Costa. Kroasia juga sempat mencetak gol pada menit ke-80 lewat kaki Luka Sucic, tetapi lagi-lagi dianulir.
Sebelum Sucic membobol gawang Portugal, pemain Kroasia sudah terjebak dalam perangkap offside yang dibuat Portugal. Goncalo Ramos lantas mengantar Portugal berbalik unggul 2-1 pada menit ke-90+4. Gol itu tercipta lewat sundulan, memanfaatkan assist Rafael Leao.
Saat laga sepertinya akan usai, pada menit ke-90+14, Kroasia mencetak gol lewat kaki Josko Gvardiol. Namun, setelah dicek VAR, gol disebut didahului, lagi dan lagi, offside. Dengan ini Portugal mengunci kemenangan babak 32 besar dengan kemenangan 2-1.
Portugal pun berhasil lolos ke babak selanjutnya, 16 besar Piala Dunia 2026 dan akan berhadapan dengan tim raksasa Eropa lainnya yang sedang tren menaik bahkan difavoritkan juara selain Argentina, yakni tim Matador Spanyol yang baru saja mengempaskan Austria 3-0.
Susunan Pemain
Portugal: Diogo Costa (PG); Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Viega, Nuno Mendes; Joao Neves, Vintinha; Pedro Neto, Bruno Fernandes, Rafael Leao; Cristiao Ronaldo
Kroasia: Dominik Livakovic (PG); Josip Stanisic, Josip Sutalo, Marin Pongracic, Ivan Perisic; Mateo Kovacic, Luka Modric; Nikola Vlasic, Peter Sucic, Martin Baturina; Ante Budimir
(net/cnn/kim/smr)





