Piala Dunia 2026: Wartawan dan Penggila Bola Ini Penggemar Berat Messi, tapi Jadi Pembenci Gara-gara Dibela Wasit Mulu

Lionel Messi (kiri) protes wasit tanpa sopan dengan menunjukkan telunjuknya dan ini sering dilakukan seperti dilaga Argentina vs Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang penuh kontroversi sehingga membuat Mesir tersingkir. Foto: internet

Jack van Gelder adalah penggemar berat Lionel Messi, tapi selama Piala Dunia 2026 kali ini antusiasme Jack berubah 190 derajat. Wartawan dan penggemar sepak bola ini kecewa lantaran gelandang serang Argentina berusia 39 tahun itu seolah-olah dilindungi wasit setiap pertandingan.

Semarak.co – “Beberapa hari terakhir ini saya menyadari bahwa saya berpikir: wah, saya penggemar berat Messi, tapi sekarang saya mulai membencinya, sedikit,” akui Van Gelder pada Rabu saat berbincang dengan Radio 538 dilansir goal melalui laman berita msn.com, Kamis (16/7/2026).

Bacaan Lainnya

“Bukan karena perilakunya sendiri. Tapi karena fakta bahwa dia selalu dilindungi. Saya merasa itu sangat menjengkelkan dan sebenarnya sangat aneh. Jadi, sebenarnya Anda berharap Inggris yang menang malam ini,” kata Van Gelder merujuk pada pertandingan semifinal di Atlanta yang banyak dibicarakan.

Komentator sepak bola berusia 75 tahun ini memang sudah lama mengagumi Inggris, terutama Jude Bellingham. “Dia benar-benar menonjol. Dan Harry Kane tentu saja pemain sepak bola yang fantastis,” ujar Van Gelder sambil menambahkan.

“Tapi perhatikan juga malam ini, dan kamu pasti akan melihat—meski biasanya tidak terjadi saat aku menyebutnya—Elliot Anderson. Dia adalah gelandang yang baru saja dibeli oleh Manchester City seharga 135 juta euro. Ya, mereka masih punya dana cadangan.”

“Tapi dia juga pemain sepak bola yang luar biasa, di lini tengah Inggris. Saya selalu menekankan hal ini, di level mana pun: jika lini tengahmu solid, dan jika bagian tengah lini tengahmu solid serta seimbang, maka tim mana pun bisa berfungsi dengan baik,” demikian analisis Van Gelder terhadap tim asuhan Thomas Tuchel.

Pemenang pertandingan Inggris – Argentina akan menghadapi Spanyol di final pada Minggu mendatang. Tim Spanyol tampil mengesankan pada Selasa lalu dengan menang 0-2 atas Prancis di semifinal lainnya.

Mesir Murka soal Kepemimpinan Wasit

Seperti diberitakan kompas.com, 8 Juli 2026, 07:38 WIB sebelumnya, Timnas Mesir melontarkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026 akibat kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar di Atlanta, Selasa (7/7/2026) tengah malam WIB.

Pelatih Mesir Hossam Hassan bahkan menuding turnamen seolah berpihak kepada Timnas Argentina, sedangkan penyerang Mostafa Ziko menyebut trofi Piala Dunia dipersembahkan untuk Argentina. Argentina membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal 0-2 hingga 11 menit menjelang waktu normal berakhir.

Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez mencetak tiga gol untuk membawa juara bertahan lolos ke perempat final. Namun, kubu Mesir menilai hasil pertandingan dipengaruhi sejumlah keputusan kontroversial wasit asal Perancis, Francois Letexier.

Hassan mengeklaim timnya seharusnya mendapat gol kedua ketika masih unggul 1-0, tetapi dianulir setelah tinjauan VAR. Ia juga menilai Mesir layak memperoleh penalti pada masa injury time, sesaat sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina.

“Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play. Sebuah penalti dianulir, lalu insiden lain yang seharusnya diperiksa sebagai penalti untuk kami bahkan tidak ditinjau VAR. Gol kedua kami juga dianulir tanpa alasan yang jelas,” kata Hassan, dikutip dari The Athletic.

Ia menduga tekanan dari kubu Argentina memengaruhi keputusan wasit. “Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina kepada wasit yang membuat hasil seperti ini terjadi,” tudingnya.

Wasit berbincang dengan Pemain Timnas Mesir Karim Hafez (kedua dari kiri) selama pertandingan babak 16 besar antara Argentina dan Mesir di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Atlanta, Atlanta, Amerika Serikat, pada 7 Juli 2026 tengah malam WIB. Foto: internet

Hassan juga mengkritik jadwal pertandingan yang dimainkan pada siang hari. “Siapa pun yang menyusun jadwal ini tidak pernah bermain sepak bola. Anda tidak menjadwalkan pertandingan pada pukul 12.00 siang,” ujarnya.

Kepada beIN Sports, Hassan kembali mempertanyakan sejumlah keputusan yang diambil perangkat pertandingan. “Mungkin mereka ingin juara bertahan tetap berada di turnamen? Mungkin mereka ingin Lionel Messi terus melaju? Dalam sepak bola terkadang ada faktor-faktor di luar aspek teknis. Juara dunia mendapat dukungan di setiap level,” ucapnya.

Ia bahkan mengaku kecewa hingga enggan lagi mengikuti sisa pertandingan Piala Dunia 2026. “Saat saya kembali ke negara saya, saya tidak akan menonton Piala Dunia lagi karena tidak ada keadilan dalam kompetisi ini,” ungkapnya kecewa.

Nada serupa juga disampaikan Mostafa Ziko yang mencetak salah satu gol Mesir. “Wasit tidak adil. Sangat jelas. Semua usaha kami sia-sia karena keputusan-keputusannya. Kami sudah unggul 2-0 dan tidak bisa berbuat apa-apa. Kami meminta maaf kepada rakyat Mesir karena tidak bisa membuat mereka bahagia. Bukan takdir kami. Itu karena wasit. Piala ini diarahkan untuk Argentina,” ujar Ziko.  (net/goa/msn/kpc/smr)

Pos terkait