Piala Dunia 2026: Spanyol Waspadai Ancaman Belgia, Duel Penentu Tiket Semifinal

Spanyol dan Belgia sama-sama menatap laga perempat final Piala Dunia 2026 dengan penuh optimisme. Meski saling menghormati kualitas lawan, kedua tim menegaskan tekad untuk merebut satu tempat di babak semifinal Piala Dunia 2026.

Semarak.co – Tim nasional Belgia datang ke pertandingan dengan status bukan favorit. Namun, pelatih Belgia Rudi Garcia menilai timnya memiliki kapasitas untuk menghentikan laju timnas Spanyol yang tampil impresif sepanjang turnamen.

Bacaan Lainnya

Garcia mengakui kualitas La Roja sebagai salah satu kandidat juara berkat permainan berbasis penguasaan bola yang telah menjadi identitas mereka selama bertahun-tahun. Meski demikian, ia menegaskan Belgia tidak gentar menghadapi tantangan tersebut.

“Kami tahu akan menghadapi salah satu tim terbaik di dunia. Spanyol memiliki kualitas luar biasa dalam menguasai bola, tetapi kami percaya dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Garcia yang sukses membawa Kevin de Bruyne ke pentas World Cup 2026.

Kepercayaan diri Belgia bukan tanpa alasan. Hingga babak perempat final, mereka telah mengoleksi 13 gol, hanya kalah produktif dari Prancis (16 gol) dan Argentina (14 gol). Di sisi lain, Spanyol menjadi tim dengan catatan expected goals (xG) terbaik di turnamen, mencerminkan konsistensi mereka dalam menciptakan peluang berbahaya.

Striker senior Romelu Lukaku menilai Belgia harus tampil hampir tanpa kesalahan jika ingin melangkah ke empat besar. “Pada fase seperti ini tidak ada tim yang ingin pulang. Spanyol sangat kuat, tetapi kami telah mempersiapkan diri dengan baik dan memiliki kualitas untuk menyulitkan mereka,” kata Lukaku.

Penyerang berusia 33 tahun itu juga menegaskan bahwa kepentingan tim kini menjadi prioritas utamanya. Menurutnya, pengalaman menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan besar di ajang bergengsi ini.

Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente menyebut Belgia sebagai lawan terberat yang dihadapi timnya sejak awal Piala Dunia 2026. Spanyol melaju ke delapan besar setelah menyingkirkan Portugal dengan kemenangan tipis 1-0. Hingga kini, mereka juga masih memertahankan rekor belum kebobolan di turnamen.

“Ini akan menjadi ujian paling berat bagi kami sejauh ini. Belgia memiliki banyak pemain berpengalaman yang terbiasa tampil di level tertinggi bersama klub-klub elite Eropa,” ujar De la Fuente, pelatih yang biasa menangani timnas kelompok umur Spanyol.

Meski pemenang laga ini sudah ditunggu Prancis di semifinal, pelatih 65 tahun itu menegaskan fokus timnya sepenuhnya tertuju pada Belgia. De la Fuente juga kembali memberikan dukungan kepada talenta muda Lamine Yamal dan penyerang Mikel Oyarzabal, seraya menekankan bahwa kekuatan utama Spanyol terletak pada kerja sama tim.

Ia bahkan mengutip filsuf Romawi Marcus Aurelius untuk menggambarkan pentingnya kebersamaan dalam skuad tim. “Setiap pemain harus mengutamakan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi,” ujarnya, serius, dilansir Vietnam.vn (10/7/2026).

Pertandingan Spanyol kontra Belgia dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Duel ini diperkirakan berlangsung sengit karena mempertemukan pertahanan kokoh Spanyol dengan lini depan Belgia yang menjadi salah satu paling tajam di Piala Dunia 2026.

Pemenang dalam pertandingan yang diperkirakan banyak pengamat sebagai pertemuan final kepagian karena kedalaman skuad kedua tim dan akan menghadirkan momen momen langka ini akan menghadapi Prancis dalam perebutan tiket ke final. (net/vvn/kim/smr)

Pos terkait