Perkuat Program Kelanjutusiaan, BKKBN DIY Gandeng UGM Gelar ToT Fasilitator Sekolah Lansia

BKKBN DIY menggelar Training of Trainers (ToT) Fasilitator Sekolah Lansia yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), serta Indonesia Ramah Lansia (IRL).

Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY terus memperkuat program kelanjutusiaan, melalui Training of Trainers (ToT) Fasilitator Sekolah Lansia yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), serta Indonesia Ramah Lansia (IRL).

Semarak.co – Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para fasilitator agar mampu mendampingi lansia secara optimal di lingkungan masyarakat. Program ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem lansia berdaya yang berbasis komunitas dan keluarga.

Bacaan Lainnya

Salah satu Fasilitator ToT dari FKKMK UGM Heru Subekti, menyatakan, dengan jumlah lansia tertinggi di Indonesia, DIY memiliki tantangan untuk mempertahankan kemandirian lansia melalui program-program yang telah diimplementasikan.

“Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY bersama FKKMK UGM dan IRL menyusun metode pembelajaran yang efektif namun sederhana dengan pendekatan community based sehingga dapat diaplikasikan oleh fasilitator yang telah terlatih,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Jumat malam (22/5/2026).

Peserta kegiatan terdiri dari kader BKL dan Penyuluh Keluarga Berencana/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) dari Kabupaten Bantul yang diwakili Kapanewon Kretek, Pandak, dan Bantul, serta Kabupaten Kulon Progo yang diwakili Kapanewon Pengasih dan Kalibawang.

ToT dilaksanakan secara tatap muka dalam kelas dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan roleplay untuk membekali peserta dengan kompetensi teknis dan nonteknis agar mampu menyampaikan materi Sekolah Lansia dengan efektif.

Peserta juga dibekali berbagai materi komprehensif, mulai dari konsep menua sehat dan aktif, kesehatan fisik dan mental lansia, pengelolaan stres, pencegahan risiko jatuh, pemenuhan gizi seimbang, rumah ramah lansia, hingga penguatan relasi sosial, spiritualitas, dan kemandirian lansia.

Kolaborasi dengan FKKMK UGM memberikan penguatan dari sisi akademik dan kesehatan masyarakat, sedangkan Indonesia Ramah Lansia berperan dalam pengembangan pendekatan komunitas dan penguatan kurikulum berbasis kearifan lokal.

Lebih lanjut, Heru menyampaikan, para lansia dan keluarga perlu dibekali agar memiliki cara pandang yang positif, bukan hanya kesehatan fisik yang harus dijaga, namun yang tidak kalah penting juga kesehatan mental dalam merespon permasalahan yang luar biasa kompleks.

Salah satu caranya melalui Sekolah Lansia karena akan diajarkan, bagaimana menghadapi stressor, menghadapi persoalan hidup, selain juga mengajarkan bagaimana mencegah penyakit, membangun hubungan dengan orang lain, termasuk juga aspek spiritualitas,” imbuhnya.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY Rohina mengapresiasi dan mendorong perluasan Sekolah Lansia di DIY.  Dia mengharapkan kerjasama, partisipasi dan sinergi dari semua pihak agar dapat mewujudkan lansia tangguh yang sehat, merasa aman dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan sesuai dengan minat dan potensinya.

Melalui ToT ini, diharapkan tersedia fasilitator yang mampu mendampingi pelaksanaan Sekolah Lansia secara berkelanjutan di tingkat komunitas sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dengan sinergi seluruh pihak, lansia Indonesia, khususnya di DIY, diharapkan tidak hanya memiliki usia panjang, tetapi juga kualitas hidup yang baik, sehat, bahagia, dan tetap bermakna bagi keluarga maupun masyarakat. (hms/smr)

Pos terkait