PT Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan program Islamic Endowment Fund by BSI, sebuah inisiatif strategis mendorong wakaf uang yang dikelola secara produktif untuk mendukung program sosial berkelanjutan dan memperkuat pembangunan ekosistem syariah di Indonesia.
Semarak.co – Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menyampaikan, Islamic Endowment Fund by BSI merupakan langkah nyata BSI dalam membangun kolaborasi lintas institusi keumatan untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Hari ini kita melakukan kick off program Islamic Endowment Fund by BSI. Ini upaya mendorong lembaga dan institusi keumatan membentuk dana abadi yang dikelola secara produktif, dengan hasil yang dimanfaatkan untuk program sosial berkelanjutan,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media BSI, Sabtu (28/6/2025).
Ia menegaskan bahwa inisiatif ini juga mencerminkan peran BSI yang tidak hanya menyediakan solusi keuangan, tetapi juga hadir dalam dimensi sosial dan spiritual kehidupan umat.
“Jadi kalau di BSI ini, kalau urusan finansial pastilah ya—bisa cicil emas, bisa buka tabungan, bisa aktivitas finansial yang biasanya kita lakukan melalui aplikasi kita, BYOND. Tapi di luar itu, kami juga punya pembeda dengan bank konvensional yaitu dari sisi spiritual dan sosial,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ade menjelaskan, potensi wakaf uang di Indonesia sesungguhnya sangat besar, namun masih belum tergarap secara optimal. Inilah yang menjadi latar belakang lahirnya kampanye Islamic Endowment Fund by BSI.
“Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat paling dermawan di dunia, tapi faktanya dana sosial yang terkumpul masih jauh dari potensi sesungguhnya. Inilah yang ingin kami ubah melalui pendekatan wakaf yang lebih kuat dan modern,” jelasnya.
Program ini dirancang sebagai solusi dana sosial berkelanjutan yang dikelola profesional dan transparan. Dana yang terkumpul akan diinvestasikan melalui skema syariah, dan hasilnya digunakan untuk mendukung program-program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, UMKM dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, BSI juga menandatangani MoU strategis dengan Yayasan Masjid Raya Bintaro Jaya. Inisiatif ini menjadi tonggak awal gerakan nasional untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat penggerak ekonomi dan kesejahteraan umat.
“Kalau selama ini masjid hanya dikelola secara administratif, sekarang saatnya masjid menjadi pusat kekuatan ekonomi umat. Kami ingin membangun sinergi antara masjid, jamaah, dan BSI dalam memperkuat keuangan syariah di Indonesia,” tambah Cahyo.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini BSI telah bermitra dengan hampir 60 ribu masjid di seluruh Indonesia, dan akan terus memperluas jangkauan dan kolaborasi. BSI ingin tumbuh bersama, menyatukan potensi besar umat, dan menghadirkan keberkahan nyata melalui kolaborasi strategis.
Untuk memudahkan masyarakat berwakaf dan bersedekah, BSI juga menghadirkan layanan digital seperti QRIS dan integrasi wakaf uang serta bersedekah melalui platform superapps BYOND. Inovasi ini memungkinkan masyarakat menunaikan wakaf dan sedekah dengan cepat, mudah, dan aman kapan pun dan di mana pun.
“BSI optimistis, Islamic Endowment Fund by BSI akan memperkuat posisi bank syariah sebagai motor utama pemberdayaan umat dan menjadikan wakaf sebagai instrumen strategis untuk membangun sistem sosial yang adil, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup Cahyo. (hms/smr)