Dirut Bulog Budi Waseso memeriksa persediaan beras di salah satu gudang Bulog. Foto: humas Bulog

Perusahaan umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mencatat terjadinya peningkatan antusias masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta dalam berbelanja sembako (sembilan bahan pokok) melalui daring (dalam jaringan) atau online melalui iPangananDotCom.

semarak.co– Direktur Komersial Bulog Mansur mengatakan, peningkatan terjadi sebesar 35%, saat platform ini dilakukan soft launching pada Agustus 2019. Kemudian naik lagi menjadi 74% di semester I- 2020.

“Itu artinya aplikasi iPangananDotCom mengalami pertumbuhan hampir 50 persen,” ujar Mansur pada wartawan di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

iPangananDotCom pada platform Shopee yang mulanya hanya berpusat di DKI Jakarta, kata Mansur, kini telah memiliki 6 cabang lain, di Medan, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, dan Makassar, yang juga mengalami pertumbuhan sejak dibuka awal 2020 lalu.

Anjuran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah pusat telah membuat masyarakat dapat beradaptasi melakukan pembelian sembako secara daring. “Kami terus memberikan pengalaman berbelanja sembako yang mudah dan menyenangkan,” paparnya.

Melalui berbagai promo dan gratis ongkos kirim di iPangananDotCom, lanjut Mansur, dan penyediaan ratusan produk pangan nonberas lainnya seperti minyak goreng, terigu, dan gula. “Tentunya kita juga tetap menerapkan sejumlah protokol kesehatan yang ketat terkait pencegahan Covid-19,” beber Mansur.

Sementara itu, untuk jenis produk yang paling laku dalam penjualan melalui iPangananDotCom ada beragam. Yaitu Beras Medium Nanas Madu, Beras Premium Cap Tanak, Beras Medium Selerakita, Beras Premium Pulen Wangi, dan Beras Medium Tani Makmur.

Beras bervitamin Fortivit untuk beras khusus, rinci dia, beras yang dijual di iPangananDotCom sebagaian besar dalam kemasan Vakum dalam ukuran 5kg, dan 1kg untuk beras khusus seperti Fortivit, beras merah, beras hitam, dan beras susu.

“Beras yang kami sediakan di iPangananDotCom sangat beragam. Ada lebih dari 50 merk beras yang sudah disesuaikan dengan taste masing-masing daerah,” ujar dia.

Sehingga masyarakat dapat memilih sendiri sesuai seleranya. Misalnya di Medan, kata dia, suka merek CapTanak. “Kemudian orang Jawa Tengah suka yang pulen ada beras premium pulen wangi dan lainnya,” pungkasnya. (pos/smr)

LEAVE A REPLY