SMAN 1 Indralaya menjadikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk internalisasi penguatan karakter dan budaya hidup sehat. Alih-alih membangun toilet di area belakang gedung, sekolah ini berinovasi dengan menempatkan toilet di area depan kelas, dekat dengan lapangan.
Semarak.co – Kepala SMAN 1 Indralaya Pudyo Laksono, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pembentukan karakter. Selain toilet, ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) juga diletakkan di depan kelas, sehingga bisa langsung memantau teman-teman yang sakit.
“Kami sengaja menempatkan toilet di area yang mudah dilihat dan diakses. Tujuannya agar siswa lebih merasa memiliki, peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan serta keutuhan fasilitas tersebut,” jelas Pudyo, dirilis humas melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Jumat (23/1/2026).
Para siswa juga gembira atas hasil program revitalisasi ini. Rizqa Kamila, siswa kelas XII SMAN 1 Indralaya, mengaku lebih percaya diri dengan wajah sekolah yang baru. “Aku jadi semangat belajar apalagi saat ada mata pelajaran Fisika. Aku senang sekali ke laboratorium baru, terlebih lagi alat-alatnya lengkap,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Rifki Abian, siswa Kelas X. Ia lebih semangat ke sekolah karena tampilan sekolahnya kini terlihat lebih kekinian, ruang UKS yang bersih dan obat-obatannya lengkap.
Pratik unik SMAN 1 Indralaya menarik perhatian Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Ia menegaskan fokus revitalisasi adalah kenyamanan psikologis anak saat berada di lingkungan sekolah. Hal ini ditegaskan saat meresmikan 47 satuan pendidikan di Sumatra Selatan, di SMAN 1 Indralaya.
“Tidak hanya gedungnya yang baik, tidak hanya alatnya yang baik, tetapi juga kita ciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik, mencapai cita-cita mulia. Sekolah menjadi rumah kedua untuk siswa,” tegasnya.
Mendikdasmen menambahkan, program Revitalisasi Satuan Pendidikan di seluruh Indonesia tidak hanya sekadar berfokus untuk memperbaiki gedung yang rusak, tetapi bertujuan menciptakan lingkungan belajar aman, nyaman, dan mendukung transformasi karakter siswa.
Percepatan revitalisasi ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Testimoni Warga Sekolah Setelah Revitalisasi
Di SMPN 1 Lubuk Liat, program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjawab persoalan keselamatan belajar yang sebelumnya dihadapi sekolah. Ruang kelas yang sempat rusak seperti lantai yang retak, kondisi atap yang mengkhawatirkan, kini telah diperbaiki, sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman.
Kepala SMPN 1 Lubuk Liat, Marion, menjelaskan kondisi sekolah setelah revitalisasi jauh lebih aman dan bersih. “Kami tidak khawatir lagi akan ada reruntuhan dari atap,” ujarnya.
Desi Huswinda, Kepala SDN 6 Pemulutan Barat, merasa sangat terbantu dengan adanya program revitalisasi. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan ruang UKS, ruang administrasi serta lima unit toilet, termasuk toilet untuk disabilitas. Sementara itu, ruang yang diperbaiki meliputi toilet dan perpustakaan.
Ia berharap, ruang kelas yang ada juga bisa diperbaiki. Menurutnya, pemutakhiran Data Pokok Pendidikan menjadi penting untuk memberikan gambaran konsisi sekolah secara riil, sehingga bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah dapat lebih sesuai dengan kebutuhan. (hms/smr)





