Pembekalan TEP 2026, Wamen Viva Yoga: Program TEP Ciptakan Produktifitas Kawasan Transmigrasi

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi.

Sebanyak 1.476 orang yang terdiri dari guru besar, doktor, dan master dari berbagai kampus ternama memenuhi aula besar di salah satu kawasan di Kota Bogor, Jawa Barat. Mereka adalah anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Kementrian Transmigrasi (Kementrans).

Semarak.co – Para civitas akademika itu akan disebar ke 53 kawasan transmigrasi dengan rincian 41 kawasan transmigrasi prioritas nasional, 2 kawasan prioritas Kementrans, dan 10 kawasan prioritas di Papua, selama 4 bulan.

Bacaan Lainnya

“Sebelum dilepas ke berbagai kawasan transmigrasi, anggota TEP diberi pembekalan berbagai materi keilmuan,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi selepas pembukaan TEP 2026, dirilis humas usai acara melalui WAGroup ForWaTrans, Minggu (26/7/2026).

Pembekalan penting dilakukan agar para anggota paham berbagai hal yang mesti dipersiapkan dan dipahami dalam mengemban misi riset. Viva Yoga yakin kemampuan anggota TEP karena mereka direkrut dari berbagai perguruan tinggi unggulan dan melalui seleksi yang relatif ketat.

“Yang mendaftarkan diri tercatat mencapai 10.359 orang dari berbagai kampus di tanah air bahkan ada yang dari luar negeri. Mereka sosok-sosok yang cerdas dan manusia unggul,” ungkap Wamen Viva Yoga.

Sebagai kelompok masyarakat yang terpilih dan terseleksi, diharapkan dari TEP akan lahir pemimpin Indonesia yang hebat. “Hal demikian juga merupakan keinginan dari Bapak Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara,” tuturnya.

Sebagai insan yang berpendidikan tinggi, ilmu yang telah dimiliki perlu diaplikasikan di tengah masyarakat. “Sebagai cendekiawaan dan ilmuwan, apa yang digeluti di kampus harus mampu menjawab persoalan di kawasan transmigrasi,” ujar Menteri Iftitah.

Bila apa yang dilakukan oleh para anggota TEP berhasil memecahkan berbagai tantangan bahkan memberi solusi memajukan masyarakat, maka TEP ini akan berlanjut dalam periode-periode selanjutnya.

Viva Yoga optimis manfaat TEP ini akan terasa di masyarakat karena para civitas akademika telah terbiasa melakukan riset sesuai dengan bidang ilmunya. “Bila sebelumnya mereka melakukan riset di laboratorium atau dalam lingkup yang lain, sekarang saatnya melakukan riset di kawasan yang lebih besar,” pungkas Wamen Viva Yoga.

TEP 2026, Wamen Viva Yoga: Hasil Riset Untuk Pengembangan Ekonomi dan Industrialisasi di Kawasan Transmigrasi

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Kementerian Transmigrasi (Kementrans) diprogramkan untuk menindaklanjuti hasil riset TEP 2025.

“TEP tahun ini untuk merealisasikan perintisan produk unggulan di kawasan transmigrasi”, ujarnya di hadapan wartawan selepas memberi Pembekalan kepada 1.476 anggota TEP 2026. Kota Bogor, (26/7/2026).

Ditambahkan dengan pembekalan membuat anggota TEP tidak kaget lagi dengan struktur sosial masyarakat di kawasan transmigrasi. Dengan pemahaman yang komprensif membuat mereka mudah berinteraksi dengan pemangku kepentingan baik tokoh adat, agama, budaya, aparat birokrasi setempat, dan stakeholder lainnya.

”Mereka langsung bisa melakukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan sinergi program yang dibawa dengan pemerintahan daerah”, ungkapnya.

Diharap di kawasan transmigrasi anggota TEP memberi inovasi, kreasi, dan proses pembelajaran guna membangun perubahan-perubahan sosial dan ekonomi yang lebih produktif dan mensejahterakan.

Dengan melibatkan para civitas akademika dengan ilmu yang dimiliki diharap pembangunan kawasan transmigrasi menjadi terarah, berkelanjutan, dan bisa diukur target dan tujuannya. “Hasil TEP bisa menjadi rekomendasi program pembangunan selanjutnya,” paparnya. (hms/smr)

Pos terkait