(searah jarum jam) Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang, Menkop dan UKM Teten Masduki, President Director PT Unilever Indonesia Ira Noviarti, dan Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo dalam tangkapan layar aplikasi video meeting acara Peluncuran Unilever Muslim Centre of Excellence yang diselenggarakan PT Univlever Indonesia. Foto: Media Relation PT Unilever Indonesia, Tbk.

PT Unilever Indonesia sebagai perwakilan dari pihak produsen yang berkomitmen kuat untuk terus mendukung program-program pemerintah, termasuk dalam hal mendukung perekonomian bangsa melalui sektor ekonomi syariah.

semarak.co-Komitmen Unilever Indonesia bersama mitranya dalam menjadikan Indonesia pusat perekonomian syariah dunia, diluncurkan Unilever Muslim Centre of Excellence (MCOE) dalam rangkaian webinar dan press conference virtual di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

MCOE sebagai wujud keseriusan perusahaan dalam melahirkan rangkaian produk dan program yang relevan dengan kebutuhan konsumen muslim sekaligus memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidup komunitas muslim di Indonesia.

Seperti diketahui, Indonesia dengan penduduk muslim terbanyak memiliki potensi dan visi yang kuat untuk menjadi pusat perekonomian syariah dunia. Guna mewujudkan visi ini, pemerintah menyusun Masterplan Ekonomi Syariah (MEKSI) 2019-2024.

Dimana salah satunya berfokus pada penguatan rantai nilai halal melalui sejumlah sektor industri yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi. Berdasarkan fakta, industri FMCG menjadi salah satu yang sektor yang memegang peranan besar karena hampir 67% produk halal secara potensial dapat dikategorikan ke dalam FMCG.

BACA JUGA :  BSI dan Kemenparekraf Bersinergi Dorong UMKM Sektor Pariwisata Naik Kelas

Karenanya, komitmen halal dari industri FMCG menjadi penting sebab tren permintaan konsumen muslim terhadap kehalalan produk keseharian, termasuk keseluruhan proses produksinya, kini semakin tinggi.

President Director PT Unilever Indonesia Ira Noviarti mengatakan, skala global yang dimiliki Unilever dalam melahirkan inovasi tingkat dunia ditambah jejaringnya yang luas dalam mengimplementasikan program-program pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat membantu mewujudkan perekonomian syariah.

“Syariah yang lebih maju, inklusif dan mampu menembus level internasional,” ujar Ira dalam pembuka undangan Media Conference yang dilansir Media Relations Manager PT Unilever Indonesia melalui WAGroup Jurnalis Syariah atau JES (Jurnalis Ekonomi Syariah, Selasa (6/4/2021).

Untuk itu, Unilever Muslim Centre of Excellence bermitra dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Kiai Wahab Chasbullah Foundation (NU), Muhammadiyah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Dan Dewan Majelis Indonesia (DMI) berbagi peran untuk memajukan industri halal dan mewujudkan komunitas muslim yang lebih sehat dan sejahtera melalui rangkaian program pengembangan ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi PHBS.

BACA JUGA :  Unilever Gandeng BAZNAS Salurkan Bantuan Alat Kebersihan ke 44 Panti Asuhan di Indonesia

Hadir sebagai narasumber seperti Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo, Menkop dan UKM Teten Masduki, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Dalam panel diskusi hadir Supply Chain Director PT Unilever Indonesia Rizki Raksanugraha, Direktur Industri Produk Halal KNEKS Afdhal Aliasar, External Advisory Board Unilever M-COE Adiwarman Azwar Karim, Direktur KH Wahab Chasbullah Foundation Jaenal Effendi, Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah Rizal Yaya. (smr)

LEAVE A REPLY