Pegadaian makin mengokohkan menjadi pemimpin pasar di industri gadai. Menyusul agresifnya berbagai kerja sama kemitraan Pegadaian dengan sejumlah BUMN, UMKM, dan perusahaan swasta, termasuk media, di The Gade Coffee & Gold, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (1/8/2019).
Kemitraan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman dan penandatanganan perjanjian kerja sama Pegadaian dengan PT Industri Kereta Api (INKA), PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT PAL Indonesia, PT Barata Indonesia, PT Nusantara Sebelas Medika (Nusameda).
PT Bahana Ghara Reksa (BGR), PT Garam, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), PT Antar Surya Media (Harian Surya), PT Antar Surya Media (Harian Surya), The Square Ballroom Surabaya, Alamanda, dan Batik Jenggala
Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dilakukan Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto, Direktur Utama INKA Budi Novianto, Plt Direktur Utama SIER Fattah Hidayat, dan Direktur Utama PAL Budiman Saleh.
Direktur Utama Barata Oksarlidady Arifin, Direktur Utama Nusameda Flora Pudji Lestari, Direktur Utama BGR M Kuncoro Wibowo, Direktur Operasional PT Garam Hartono.
Kepala Divisi Regional Jatim Perum Bulog Muhammad Hasyim, General Manager Business Harian Surya Margaretha Sandra M, Building Manager PT Suprainti Land Fajar Ferdhina, Direktur Alamanda Rahardjo Tri Nugroho ST, dan Direktur Batik Jenggala Muhammad Nur Rochim.
Penandatanganan ini bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan masing-masing pihak dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis usaha, sesuai bidang masing-masing BUMN tersebut.
Direktur Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, berbagai kerja sama ini makin intensif dilakukan, dalam upaya memperbesar kue Pegadaian dan inklusi keuangan.
Pegadaian terus mendapatkan kesempatan untuk membangun bisnis dalam penjualan dan pemasaran produknya dengan mengoptimalkan kanal distribusi melalui kemitraan ini, sehingga dapat memberikan keuntungan semua pihak.
“Kami terus mendapatkan kesempatan untuk membangun bisnis dalam penjualan dan pemasaran produknya dengan mengoptimalkan kanal distribusi melalui kemitraan ini, sehingga dapat memberikan keuntungan semua pihak,” kata Kuswiyoto.
“Penandatanganan ini bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan masing-masing pihak dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis usaha, sesuai bidang masing-masing BUMN tersebut,” tambahnya.
Kuswiyoto optimistis nasabah Pegadaian akan meningkat pesat karena makin banyak sinergi dan kolaborasi yang dilakukan. “Jumlah nasabah kami hingga Juni tahun ini mencapai 12,1 juta jiwa, sudah melampui target 2019,” imbuhnya.
Selain makin banyaknya kerja sama yang Pegadaian lakukan, juga karena didukung dengan produk-produk unggulan seperti Pegadaian Digital Service (PDS), Kredit Cepat Aman (KCA), dan Tabungan Emas bekerja sama dengan Tokopedia.
“Saya berharap adanya kerja sama ini dapat membuat seluruh karyawan BUMN, perusahaan swasta dan UMKM mendapatkan keuntungan dan manfaat satu sama lain,” harapnya.
Kegiatan tersebut sangat penting untuk mengoptimalkan setiap kekuatan yang ada sehingga pada akhirnya tidak hanya dapat mengembangkan bisnis masingmasing perusahaan.
Namun juga dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan dan lebih jauh lagi juga dapat memberikan kontribusi positif pada negara.
“Ratusan ribu orang yang bekerja sebagai karyawan BUMN serta puluhan juta yang berprofesi sebagai pengusaha UMKM adalah pasar strategis bagi Pegadaian. Saat ini, industri pasar gadai masih terbuka luas yang belum tergarap, sehingga ini diharapkan memberikan manfaat bagi semua pihak,” tutupnya.
Jumlah nasabah hingga Juni tahun ini mencapai 12,1 juta jiwa. Ini sudah melampui target 2019. Selain makin banyaknya kerja sama yang Pegadaian lakukan, tapi juga karena didukung produk-produk dan Tabungan Emas bekerja sama dengan Tokopedia.
Harap adanya kerja sama ini dapat membuat seluruh karyawan BUMN, perusahaan swasta dan UMKM mendapatkan keuntungan dan manfaat satu sama lain. Kegiatan tersebut sangat penting untuk mengoptimalkan setiap kekuatan yang ada sehingga pada akhirnya tidak hanya dapat mengembangkan bisnis masingmasing perusahaan.
“Ratusan ribu orang yang bekerja sebagai karyawan BUMN serta puluhan juta yang berprofesi sebagai pengusaha UMKM adalah pasar strategis bagi Pegadaian. Saat ini, industri pasar gadai masih terbuka luas yang belum tergarap, sehingga ini diharapkan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.
Sebelumnya, Pegadaian sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan 10 perusahaan BUMN dan asosiasi UMKM. Sepuluh BUMN itu a.l, Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Askrindo Insurance, PT Balai Pustaka.
PT Pelni, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), dan PT ASDP Indonesia Ferry, sebagai bentuk sinergi bisnis antar perusahaan BUMN. Kerja sama tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antar BUMN penjualan produk.
Pada Juni 2019, Pegadaian juga menjalin kerja sama dengan tiga BUMN lain yaitu PT Garuda Indonesia, PT Perkebunan Nusantara lll (PTPN lll), dan PT Tabungan dan Asuransi Pensiunan Taspen. (lin)