Pelukis Fitrajaya Nusananta memberi sambutan pada Grand Opening Solo Exhibition berjudul Memoir of The Old Master di Gedung Kunstkring, Jalan Teuku Umar No 1, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/1/2022). foto: laraspostonline.com

“Kita bukan pembuat sejarah. Kita dibuat sejarah. Sejarah bukan beban ingatan. Tapi penyerahan jiwa.” Itulah cuplikan sambutan pelukis Fitrajaya Nusananta pada Grand Opening Solo Exhibition berjudul Memoir of The Old Master di Gedung Kunstkring, Jalan Teuku Umar No 1, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/1/2022).

semarak.co-Sesaat kemudian, pelukis kelahiran Sungai Penuh, Jambi menampilkan karya-karya lukisnya melalui proyektor. Di antaranya berjudul Michaelangelos David-acrylic di atas kanvas, Basquiat Range, Picasso Cries and Reveries, Three Basquiat Skulls, Threesome Women (Tribute to Picasso, Amadeo Modigliani dan Frida Kahlo), Under Your Skin dan lain – lain.

Sedikitnya ada 24 lukisan yang di pajang dari 40 karya lukisan yang dibuat. “Yang jadi andalan lukisan berjudul Basquiat and Picasso. Karena saat membuat karya khusus untuk pameran ini, saya terinspirasi dari mereka,” tutur Fitrajaya Nusananta seperti dikutip laraspostonline.com, Sabtu (8/1/2022).

Untuk menikmati karya-karya Fitrajaya Nusananta ini mesti sudah memiliki bekal pengetahuan tentang dunia seni lukis itu sendiri. Sebab obyek – obyek yang ditampilkan adalah tokoh-tokoh yang pernah dilukis oleh pelukis maestro seperti, Leonardo da Vinci, Frida Kahlo, Picasso, Gustav Klimt, Amadeo Modigliani, Basquiat dan lain-lain.

Penikmat juga harus paham siapa tokoh-tokoh yang dihadirkan kembali dalam kanvas sehingga muncul dialog baru dan butuh tafsir baru. Seperti kemunculan Marylin Monroe dan Monalisa dua tokoh dari abad yang berbeda. Begitu muncul dalam kanvas melalui sapuan kuas Fitrajaya Nusananta timbul sejarah baru. Dan tafsir baru.

Untunglah, kurator Mirwan Yusuf membantu menjelaskan karya-karya Fitrajaya Nusananta. Dengan lancar, Mirwan Yusuf menjelaskan siapa sosok Marylin Monroe, Frida Kahlo, Monalisa, Liz Taylor, John Lennon dan Hitler.

“Peran perempuan bukan main – main. Dari perempuan lahir wanita – wanita hebat, Marylin Monroe, Monalisa dan lain – lain,” tutur kurator Mirwan Yusuf.

Bahkan menurut Mirwan Yusuf, suksesnya pameran tunggal ini juga berkat keterampilan Maya Urbach, kakak kandung Nafa Urbach yang menjadi motor pameran tunggal ini.