Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo saat memberikan materi pada acara media gathering PAM Jaya 2021 di Jatiluhur Valley & Resort, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat, 3 Desember 2021 malam. Foto: Beritasatu.com di google.co.id

Perusahaan Air Minum (PAM) DKI Jakarta Raya (PAM Jaya) akan membentuk tim transisi pengelolaan air bersih dari PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonnaise Jaya. Mulai Februari 2023, pengelolaan air bersih sepenuhnya bakal dikelola PAM Jaya selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

semarak.co-Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo mengatakan, kontrak kerja dua mitra perusahaan swasta itu akan berakhir pada Januari 2023 mendatang. Hal ini sebagaimana perjanjian kerja sama yang diteken pada 6 Juni 1997 lalu.

“Tim transisi ini akan fokus pada lima klister,” kata Hernowo saat acara Media Gathering PAM Jaya 2021 di Jatiluhur Valley & Resort, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat Jumat malam (3/12/2021) seperti dilansir lampuhijau.co.id/Sabtu, 4 Desember 2021, 14:11 WIB.

Hernowo menjelaskan, klaster pertama tim akan fokus pada aset. Setelah kontrak berakhir, aset-aset milik Aetra dan Palyja akan dikuasai oleh PAM Jaya selaku regulator pengelolaan air bersih di Ibu Kota. “Klaster kedua itu business process intinya, jadi ada produksi dan pelayanan juga,” imbuhnya.

Lalu pada klaster ketiga, keempat, dan kelima, tim akan fokus pada sumber daya manusia (SDM), aspek hukum pemindahan pengelolaan air secara menyeluruh serta sumber utama (main source). Menurut dia, langkah itu harus dipikirkan secara matang agar pelayanan yang dirasakan pelanggan tetap optimal.

Meski saat itu, kata dia, PAM Jaya tengah mengambilalih pengelolaan air bersih dari dua mitra swastanya. “Kami ingin memastikan bahwa ketika ada perubahan pengelolaan, warga yang menjadi pelanggan PAM itu nyaris tidak tahu, karena memang faktanya tidak ada distraction gangguan. Kemudian jangka menengah dan panjangnya adalah kami bisa mengakselerasi layanan dasar air minum untuk masyarakat,” lanjutnya.

Dia menyatakan, para mitra juga tidak bisa menuntut atas infrastruktur yang telah dibangun dalam menyediakan layanan untuk pelanggan air minum. Apalagi kerja sama ini memakai basis financial projection, sehingga mereka telah membuat rancangan anggaran proyek saat ingin memulai bisnis. “Untuk investasi sendiri, dua mitra ini secara bersama-sama kurang lebih sekitar Rp4 triliun,” jelasnya.

Di bagian lain PAM Jaa yang mengelola air minum perpipaan Jakarta melangsungkan kegiatan tasyakuran air bersama warga di Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Kegiatan tasyakuran ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur warga atas adanya air perpipaan di wilayah mereka, melalui proyek SPAM Hutan Kota yang dikembangkan PAM Jaya.

Proyek SPAM Hutan Kota merupakan salah satu program percepatan pelayanan PAM JAYA dengan target 30.000 sambungan pelanggan baru di empat wilayah yakni Kamal Muara, Kamal, Tegal Alur, dan Pegadungan.

Warga menyambut baik dan gembira pada kegiatan tasyakuran tersebut, terutama karena mereka saat ini sudah menikmati air perpipaan langsung dirumah mereka. Selama ini, warga di wilayah tersebut mengandalkan air tanah dan juga air yang dijual melalui gerobak keliling.