Obama: Netanyahu Membujuk untuk Perang Iran, Argumen Sama yang diajukan pada Trump

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan bahwa Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berulang kali mencoba membujuknya untuk melancarkan konfrontasi bersenjata skala penuh kepada Iran.

Semarak.co Dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Senin (4/5/2026) oleh The New Yorker, Barack Obama mengatakan bahwa Netanyahu menggunakan argumen dan pembenaran yang sama yang kemudian Netanyahu sampaikan kepada Presiden AS Donald Trump.

Bacaan Lainnya

Meskipun begitu, lanjut Obama, PM Benjamin Netanyahu akhirnya mencapai tujuannya. Namun mantan Presiden AS itu tetap sangat ragu bahwa perang semacam itu akan melayani kepentingan warga Israel maupun Amerika Serikat.

Ia juga mencatat bahwa catatan sejarah dengan jelas menunjukkan perbedaan pendapat yang mendalam yang menandai hubungannya dengan Netanyahu mengenai masalah Iran. “Saya pikir ada catatan yang cukup tentang perbedaan saya dengan Tuan Netanyahu,” ujar Obama.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada komandan militer senior bahwa Israel sedang memersiapkan konfrontasi dengan Iran dan akan melanjutkan upaya untuk membubarkan kelompok pejuang Hamas di Palestina.

Menurut Channel 14 seperti yang dilansir Sindonews.com pada Minggu malam (3/5/2026) selama pertemuan dengan para pejabat militer Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan Iran akan keluar dari kampanye saat ini lebih lemah dari sebelumnya.

Sementara Israel akan jauh lebih kuat. Ia menanggapi klaim tentang kemungkinan keruntuhan rezim Iran secara cepat, dengan mengatakan tak ada jaminan rezim akan jatuh pada awal konflik apa pun. Namun, ia menekankan tekanan ekonomi yang berat menciptakan kondisi yang dapat menyebabkan hasil seperti itu.

PM Zionis Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa kepemimpinan Iran sangat prihatin bahwa keruntuhan ekonomi dapat secara langsung mengancam stabilitas rezim, merujuk pada protes yang terjadi setelah operasi sebelumnya.

Mengenai program nuklir Iran, ia menambahkan Trump percaya dengan “keyakinan besar” bahwa tekanan ekonomi yang intens dapat memungkinkan untuk mengekstrak bahan-bahan yang diperkaya yang terkubur jauh di bawah tanah di Iran.

Mengenai Gaza, Benjamin Netanyahu mengatakan kepada para perwira senior bahwa negara Yahudi Zionis Israel tidak akan mundur dari tujuan utamanya untuk membongkar kemampuan militer dan pemerintahan Hamas di Palestina.

Ia mengatakan pasukan Israel saat ini mengendalikan zona keamanan yang mencakup lebih dari 50% Jalur Gaza, yang memungkinkan akses operasional ke area mana pun dan memungkinkan pembongkaran infrastruktur Hamas. (net/snc/tny/c14/kim/smr)

Pos terkait