Neil Young & The Chrome Hearts Siapkan Second Song, Album Rock Penuh Nostalgia dan Eksploratif

Neil Young dan The Chrome Hearts bersiap menghadirkan album anyar mereka, “Second Song”, pada 18 September 2026 melalui Reprise Records, meneruskan perjalanan mereka setelah album “Talkin to the Trees” pada tahun lalu.

Semarak.co – Album ini menjadi kolaborasi studio kedua Young bersama The Chrome Hearts, sekaligus rilisan ketiga mereka secara keseluruhan setelah album debut dan rekaman konser “As Time Explodes” yang diluncurkan April lalu.

Bacaan Lainnya

Album “Second Song” menawarkan tujuh tembang yang seluruhnya ditulis Young. Lima lagu merupakan komposisi baru, sedangkan dua tembang lainnya berasal dari materi lama yang kini direkam kembali bersama band The Chrome Hearts.

Materi baru tersebut lahir dari periode kreatif intensif Young. Ia menulis lagu-lagu baru sebelum kelompoknya berkumpul, kemudian merekamnya dalam sesi awal 2026 di Shangri-La Studios, Malibu, California, Amerika Serikat (AS) tersebut.

Produksi album kembali memertemukan Lou Adler dengan The Volume Dealers, sebutan untuk Young dan Niko Bolas. Dilansir Pitchfork.com, Rollingstone.com, Jambase.com dan Broadwayworld.com (27/8/2026), John Hanlon menangani engineering serta mixing, memertahankan karakter rekaman analog yang hangat dan khas.

Secara musikal, “Second Song” digambarkan sebagai album semi-akustik, berbeda dari warna elektrik “Talkin to the Trees”. Pendekatannya mengingatkan pendengar pada karya klasik “Comes A Time” dan “Prairie Wind” milik Young.

Lagu utama “Second Song” menjadi pusat perhatian karena berdurasi sekitar sebelas menit. Komposisi panjang itu memerlihatkan kecenderungan Young membangun suasana perlahan melalui gitar, vokal, harmonika dan piano, berbalut dengan nuansa emosional.

Pada bulan Agustus 2026, Young merilis title track itu sebagai single. Lagu itu memperlihatkan sisi kontemplatif sang musisi, sekaligus menjadi gambaran awal mengenai atmosfer album secara keseluruhan kepada pendengar internasional.

Single berikutnya, “Casting Me Away From You”, yang membawa kisah menarik dari masa lalu Young. Ia memerkirakan tembang itu ditulis sekitar tahun 1964 atau tahun 1965 ketika itu kariernya masih sangat muda.

Young menemukan kembali lagu lama itu melalui arsip pribadinya. Versi baru kemudian direkam bersama Chrome Hearts sehari setelah ia mengingat kembali komposisi tersebut dalam proses pengerjaan album tersebut di studio.

Lagu penutup, “I’ll Love You Forever”, juga memiliki hubungan dengan masa awal karier Neil Young. Rekaman barunya tersebut memertemukan sejarah sang legenda dengan energi band masa kini secara alami pada rilisan ini.

Formasi Chrome Hearts terdiri atas Anthony LoGerfo pada drum, Corey McCormick pada bass, Micah Nelson pada gitar, serta Spooner Oldham yang memainkan berbagai instrumen keyboard dalam rekaman album terbaru tersebut.

Daftar lagu album tersebut dimulai dengan tembang “The Foggy Edge Of Time”, “Day After Day” dan “Earth Girl”. Setelah itu, hadir album anyar “Second Song” sebagai lagu keempat sekaligus pusat konsep keseluruhan album mereka.

Tiga lagu terakhir adalah “Casting Me Away From You”, kemudian lagu “Soon I Might Be Going” dan tembang  “I’ll Love You Forever”. Susunan di album itu memertemukan materi kontemporer dengan karya dari masa lalu Young.

Album “Second Song” dijadwalkan hadir dalam format vinyl, CD dan musik digital. Untuk edisi album digital beresolusi tinggi juga disiapkan melalui Neil Young Archives, sementara pre-order fisik juga telah dibuka secara resmi untuk para penggemar.

Album ini menunjukkan bagaimana Young terus mengeksplorasi korelasi hubungan antara masa lalu dan masa kini. Materi lama tidak sekadar diulang, tetapi diberi konteks baru melalui permainan Chrome Hearts yang lebih dinamis.

Keberadaan Chrome Hearts memberikan warna berbeda bagi perjalanan musikal Young. Micah Nelson, Corey McCormick, Anthony LoGerfo dan Spooner Oldham, berhasil membentuk pondasi yang membuat eksperimen terdengar organik dan kuat dalam album.

Menjelang perilisan September, “Second Song” menjadi salah satu album rock internasional yang patut diperhatikan. Proyek ini menawarkan perpaduan nostalgia, eksplorasi dan kedalaman emosional khas Neil Young kepada publik musik global. (net/pc/rac/jc/bwc/kim/smr)

Pos terkait