Nasukawa Menjadi Penantang Wajib Gelar Juara Dunia WBC, Usai Kalahkan Estrada

Petinju Jepang, Tenshin Nasukawa kini wajib menjadi penantang untuk merebut gelar juara dunia World Boxing Council (WBC). Kemenangan atas petinju Meksiko, Juan Fransisco Estrada di Yyogoku Kokugikan, Jepang, seperti dilansir dari laman WBC, Senin 13/4/2026.

Semarak.co – Petinju Jepang Tenshin Nasukawa menjadi penantang wajib gelar juara dunia kelas bantam (53,5kg) World Boxing Council (WBC) seusai mengalahkan Juan Francisco Estrada asal Meksiko di Yyogoku Kokugikan, Jepang.

“Nasukawa mencetak kemenangan knockout (KO) teknis pada ronde kesembilan setelah menghujani Estrada dengan pukulan bertubi-tubi,” demikian keterangan WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, dan dilansir AntaraNews.com pada Senin (13/4/2026).

Sejak bel pembuka berbunyi, Nasukawa langsung tampil agresif dengan kecepatan dan ketepatan pukulan yang sangat impresif. Ia mampu mengontrol jarak dengan baik, memanfaatkan kelincahannya untuk menghindari serangan balik, sekaligus terus menekan pertahanan Estrada.

Dominasi tersebut membuat petinju Juan Fransisco Estrada yang bertarung di kelas bantam, tampak sangat kesulitan dalam mengembangkan ritme permainan dan harus lebih banyak bertahan dibanding biasanya yang selalu agresif.

Nasukawa pun semakin percaya diri menunjukkan variasi serangan, mulai dari kombinasi pukulan cepat ke arah kepala hingga serangan ke tubuh yang terukur. Gaya bertinjunya yang eksplosif, hasil adaptasi dari latar belakangnya sebagai petarung di kancah kickboxing.

Kemampuannya di kickboxing benar-benar jadi modal berharga untuk bisa tampil impresif dan ganas di setiap ronde. Nasukawa terlihat sangat efektif dalam membongkar celah pertahanan petinju berpengalaman seperti Estrada.

Meskipun demikian, Estrada sempat memberikan perlawanan sengit, khususnya pada ronde keempat. Dengan pengalaman panjang di level elite, ia mencoba membalikkan keadaan melalui teknik bertahan solid serta beberapa serangan balik yang cukup berbahaya.

Namun, kecepatan tangan dan pergerakan kaki nan lincah yang diperagakan Nasukawa, membuat upaya yang dilakukan Estrada tersebut tidak cukup mumpuni untuk mengubah jalannya pertarungan secara signifikan.

Pada ronde keenam, petinju Jepang itu mulai meningkatkan intensitas serangan. Pukulan-pukulan keras ke bagian tubuh Juan Fransisco Estrada mulai memberikan dampak yang nyata, mampu menguras stamina lawannya secara perlahan.

Dan, buah serangan bertubi-tubi Nasukawa memberi tanda-tanda kelelahan yang mulai terlihat pada Estrada, yang semakin sering terpojok dan kesulitan keluar dari tekanan berkelanjutan yang diberikan Nasukawa.

Tekanan demi tekanan yang dilakukan Nasukawa tersebut terus berlanjut hingga ronde-ronde berikutnya. Bahkan Nasukawa tidak mengendurkan serangan, justru semakin agresif dalam mencari celah untuk mengakhiri pertarungan.

Kombinasi pukulan cepat dan akurat membuat pertahanan Juan Estrada semakin terbuka, sementara respons yang diberikannya semakin melambat. Ini, tentu, akibat kelelahannya yang terus menumpuk dan menemukan titik lemahnya.

Akhirnya, setelah menerima serangkaian pukulan tanpa balasan yang berarti dan menunjukkan tanda-tanda tidak mampu melanjutkan laga secara kompetitif, pertarungan adu pukul pun dihentikan oleh wasit pada ronde kesembilan.

Keputusan penghentian diambil demi keselamatan Estrada, dengan kubunya memilih untuk tidak melanjutkan pertarungan  ke ronde 10. Dengan kemenangan itu, Nasukawa yang berada di bawah naungan Teiken Promotions semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu bintang yang naik daun di divisi bantam.

Statusnya sebagai penantang wajib gelar dunia WBC menjadi langkah besar dalam karier profesionalnya yang masih relatif baru dan singkat. Transisi Nasukawa dari kickboxing ke dunia tinju profesional pun dinilai berjalan sangat sukses.

Ia tetap menjaga rekor tak terkalahkan, kini dengan delapan kemenangan, termasuk tiga kemenangan KO. Performa konsisten dan peningkatan signifikan di setiap laga membuatnya dipandang sebagai ancaman serius bagi juara bertahan di kelasnya.

Di sisi lain, kekalahan ini jadi pukulan bagi Estrada yang dikenal sebagai salah satu petinju papan atas berpengalaman luas. Ia harus kehilangan kesempatan untuk kembali merebut gelar juara dunia, sekaligus memerbarui rekornya menjadi 44 kemenangan (28 KO) dan lima kekalahan. (net/anc/wbc/kim/smr)

Pos terkait