Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi manajemen Tencent, untuk membahas peluang kerjasama memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional, khususnya pada subsektor gim, hiburan, dan konten digital.
Semarak.co – Menekraf Riefky turut mengapresiasi Tencent yang selama beberapa tahun terakhir turut andil dalam mendukung ekonomi kreatif Indonesia. Dia senang melihat investasi Tencent yang terus berlanjut dalam ekosistem esports.
“Tentunya, kami berharap kehadiran Tencent juga akan terus menjajaki berbagai peluang kerja sama untuk dikembangkan, tidak hanya dalam gim dan esports, tetapi juga dalam pengembangan talenta, inovasi digital, serta ekosistem ekonomi kreatif yang lebih luas,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Rabu (15/7/2026).
Tencent merupakan perusahaan teknologi global dan salah satu pengembang serta penerbit gim terbesar di dunia, yang pada 2024 dan 2025 berkontribusi dalam memungkinkan talenta ekonomi kreatif Indonesia untuk berkembang, meningkatkan kapabilitas, serta terhubung dengan industri gim global.
Selain menghadirkan gim populer seperti Honor of Kings dan PUBG MOBILE, Tencent juga memiliki layanan streaming WeTV yang menampilkan konten produksi lokal untuk pasar Indonesia, serta platform novel web China Literature.
Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan telah menjalin berbagai kolaborasi dengan Kemenekraf, mulai dari dukungan program pengembangan talenta GAMESEED, penyelenggaraan Honor of Kings Invitational Series Season 4, hingga perayaan ulang tahun ke-8 PUBG MOBILE.
Dengan kegiatan usaha yang mencakup teknologi dan hiburan, Tencent telah mendukung penciptaan dan distribusi konten lokal melalui berbagai platform dan produk, termasuk gim dan WeTV, sekaligus melibatkan para kreator dan mitra industri di seluruh ekosistemnya.
Tencent menyampaikan bahwa kapabilitasnya dalam pengembangan konten, platform digital, teknologi komputasi awan, kecerdasan buatan, dan sistem pembayaran dapat menjadi landasan bagi kolaborasi lebih lanjut yang selaras dengan tujuan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.
Kemenekraf dan Tencent juga membahas bidang-bidang potensial untuk keterlibatan lebih lanjut, termasuk pengembangan talenta, peningkatan kapasitas, dan peluang untuk memperluas jangkauan konten kreatif serta kekayaan intelektual Indonesia.
Tim Tencent dipimpin oleh Sherwyn Koh, Tencent Global Public Affairs Lead untuk Indonesia, Thailand, dan Filipina; PUBG MOBILE Indonesia Country Lead, Agung Chaniago; WeTV Indonesia Country Head, Febriamy Hutapea; serta perwakilan lainnya dari Tencent Indonesia.
Pemerintah Optimalkan Creative Hub Lewat Industri Esports
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, membahas peluang kolaborasi mengembangkan ekosistem esports nasional bersama Yayasan Odong Prestasi Indonesia dan perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS).
Yayasan Odong Prestasi Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang fokus pada pengembangan ekosistem esports nasional serta pemberdayaan generasi muda melalui pendekatan gim kompetitif yang dipadukan dengan penguatan keterampilan berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM).
Menekraf menilai program American Spaces Indonesia Esports Development sejalan dengan visi Kementerian Ekraf dalam memperkuat talenta ekraf dan membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Menurutnya, berbagai program tersebut dapat disinergikan dengan pengembangan infrastruktur ekonomi kreatif melalui aktivasi Creative Hub, penguatan talenta, perluasan akses pasar, hingga kolaborasi lintas subsektor.
“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Yayasan Odong bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Kami juga berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan Amerika Serikat melalui kehadiran American Corner di setiap Creative Hub nantinya,” ujar Menekraf, Selasa (14/7).
Acting Country Public Affairs Officer Kedubes AS di Jakarta, Abraham Lee, menjelaskan bahwa program American Spaces Indonesia Esports Development dikembangkan melalui jaringan tujuh American Corner yang tersebar di Malang, Makassar, Ambon, Yogyakarta, Padang, Semarang, dan Pontianak.
Program tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi masyarakat, sekaligus menjadi sarana pemberdayaan generasi muda melalui esports sebagai bagian dari diplomasi olahraga.
“Kami melihat masih banyak potensi untuk terus bekerja sama dengan Kementerian Ekraf. Salah satu contohnya adalah memanfaatkan American Corner sebagai tempat penyelenggaraan berbagai workshop,” jelasnya.
Dengan begitu, kegiatan tersebut dapat difokuskan pada subsektor-subsektor tertentu untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. “Kami sangat mendukung Kemenekraf karena kami melihat adanya banyak kesamaan tujuan dan irisan kepentingan dalam berbagai program yang ingin kita jalankan bersama,” ujar Abraham Lee.
Project Coordinator American Spaces Indonesia Esports Development, Nicko Aryo Bimo, menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada pencarian atlet esports, tetapi juga membangun ekosistem industri di berbagai daerah.
Peserta memperoleh pelatihan dalam manajemen penyelenggaraan turnamen, produksi siaran, pengembangan konten, peran pembawa acara (host), shoutcaster, produksi video, hingga pengembangan kemitraan.
“Kami membangun esports hub dari nol. Fokus kami bukan hanya mencari atlet, tetapi juga menyiapkan talenta di balik industri esports, seperti event management, broadcast production, host, shoutcaster, content creator, video production, hingga partnership,” jelas Nicko. (hms/smr)





