Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi mendalam kepada para kepala desa di seluruh Indonesia atas peran vital mereka dalam menyukseskan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Semarak.co – Menurut Menkop, dukungan para kepala desa melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) adalah kunci utama di balik legalitas puluhan ribu koperasi desa dalam waktu singkat.
“Tanpa dukungan kepala desa, mustahil pelaksanaan musyawarah desa khusus itu bisa terselenggara di setiap desa-desa,” ujar Menkop pada Munas II DPP PAPDESI di Jakarta, dirilis humas usai acara melalui pesan elektronik Redaksi semarak.co, Senin (11/5/2026).
Menkop menegaskan, keberhasilan membentuk 83 ribu badan hukum koperasi yang resmi dan sah secara hukum tidak lepas dari gerak cepat perangkat desa di tingkat akar rumput. Musdesus menjadi pintu masuk legalitas yang memastikan setiap koperasi memiliki landasan hukum yang kuat dari Kementerian Hukum.
Pembentukan KDKMP ini, menurut Menkop, merupakan amanah langsung dari presiden yang ingin mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa. Menkop menyebut gagasan ini sebagai ‘wangsit’ yang mengalir dari pemikiran tokoh koperasi seperti Prof. Sumitro Djojohadikusumo dan Margono Djojohadikusumo.
Koperasi diharapkan kembali menjadi sokoguru perekonomian nasional yang disusun berdasarkan asas kekeluargaan. Saat ini, KDKMP telah memasuki tahap pembangunan fisik gudang dan gerai yang jumlahnya sudah mencapai puluhan ribu unit di seluruh Indonesia. Pembangunan ini juga didukung infrastruktur TNI.
Ketua Umum DPP PAPDESI,Wargiyati, menegaskan komitmen jajaran kepala desa mendukung penuh keberlanjutan program pembangunan pemerintah. Dia apresiasi atas perhatian besar terhadap organisasi perangkat desa tersebut. Dukungan menjadi penyemangat bagi para kepala desa di daerah.
Wargiyati secara mengimbau para anggota PAPDESI untuk menjaga soliditas dan keselarasan kebijakan dengan pemerintah pusat. “Wajib PAPDESI tegak lurus kepada pemerintah dan mendukung program-pembangunan demi kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya. (hms/smr)





